REFLEKSI DIRI DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATERI HIKAYAT
BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN METODE DESCOVERY INQUIRY
DISUSUN OLEH:
REVIANNA, S.Pd
NIP. 19860722 201001 2 023
PEMERINTAH PROVINSI RIAU
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA) NEGERI 1 KUANTAN MUDIK
2019
PENDAHULUAN
Latar Belakang Pembuatan Laporan
Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya dari sebuah bangsa yang unik menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. Dalam pengertian itu, untuk mempelajarinya kita harus memperhatikan bagaimana manusia bertindak dalam konteks lokal. Dalam keadaan normal, perilaku orang terungkap dalam batas-batas norma, etiket, dan hukum yang terkait dengan wilayah tertentu. Namun, dalam situasi tertentu di mana budaya menghadapi tantangan dari dalam atau dari luar, respons dalam bentuk reaksi diri dapat terjadi. Tanggapan dan tantangan adalah cara normal untuk melihat bagaimana perubahan terjadi dalam budaya. Struktur dan nilai sosial, serta tata krama, norma dan hukum setempat akan berubah sesuai dengan kebutuhan situasi sosial. Tantangan dalam suatu budaya dapat terjadi karena umpan balik yang terjadi dalam jaringan kehidupan suatu system pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
Refleksi adalah guru mampu menentukan mengapa pelajaran tidak memuaskan (aktivitas atau materi pelajaran tidak tepat, langkah-langkah yang lemah, atau pengelompokan siswa yang tidak tepat) sehingga dapat diperbaiki di waktu mendatang. Dengan demikian guru akan senantiasa memperbaiki diri dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kegiatan refleksi ini guru lakukan terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) semester satu tentang pokok bahasan Teks hikayat yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Juli 2019.
Tujuan Pembuatan Laporan
Laporan ini disusun bertujuan untuk :
Menilai bagaimana respon siswa dalam sebuah pembelajaran terhadap materi kearifan lokal
Agar guru bisa memahami apa saja kelemahan dan kekurangan dari sebuah pembelajaran yang telah dilaksanakan didalam kelas.
Memahami akurasi sebuah model, pendekatan, strategi, taktik dan metode pembelajaran yang telah diimplementasikan.
Memahami apa saja keperluan dan kemauan dari siswa secara detail. Ini berfungsi untuk guru bisa membuat pembelajaran yang lebih efektif dalam kesempatan selanjutnya.
Manfaat Pembuatan Laporan
Manfaat yang dapat diambil dari melakukan refleksi pembelajaran yang dilakukan seorang guru adalah sebagai berikut :
Memberikan kesempatan kepada seorang guru untuk melihat kelebihan dan kelemahandalam proses mengajarkan materi kepada peserta didik, apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki;
Memberikan masukan kepada diri sendiri untuk meningkatkan kualitas mengajar yang dimiliki agar lebih baik serta memperbaiki kelemahan yang ada;
Membantu guru memahami, menguasai dan mencapai kemampuan yang secara psikologis lebih baik, sebagai dasar kualitas dalam proses belajar mengajar.
PEMBAHASAN
- Gambaran Umum/ Deskripsi Isi Laporan
Dalam kegiatan refleksi yang dilakukan guru terhadap implementasi rpp teks hikayat, yang telah dilaksanakan pada hari kamis, 29 Juli 2021 ada beberapa hal yang di temukan guru baik yang muncul pada draf rpp yang di buat maupun kasus/ permasalahan yang muncul pada saat pembelajaran. Berikut ini adalah temuan temuan yang ada/ muncul:
Guru perlu mengembangkan variasi interaksi sehingga menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran.
Guru perlu memotivasi keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Guru perlu lebih luwes dalam penyampaian agar suasana pembelajaran tidak kaku dan membuat siswa sungkan/segan menyampaikan pendapat.
Guru perlu mengamati evaluasi dan refleksi pembelajaran yang disampaikan oleh peserta didik, sebagai dasar menentukan tindak lanjut dalam proses pembelajaran selanjutnya.
RPP,media, belum digunakan secara maksimal
Pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan menggunakan metode Descovery inquiry berbasis penemuan juga memiliki kelebihan yaitu :
Siswa aktif dalam belajar.
Melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi.
Melatih daya pikir yang lebih baik siswa terhadap suatu masalah.
Memberikan pengalaman belajar kepada siswa, karena siswa banyak berperan aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
Namun demikian terdapat beberapa kelemahan pada metode ini yang harus diperhatikan guru, antara lain:
Membutuhkan persiapan matang dari guru untuk menggunakan model ini.
Menuntut siswa untuk terus berpikir, berkomunikasi, dan menulis.
Memerlukan banyak waktu.
Tidak semua materi pelajaran dapat menggunakan model pembelajaranDescovery inquiry ini. Model pembelajaran discovery-inquiry ini merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam meningkatkan kemampuan akademik, terutama dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dalam hal ini, siswa harus mampu melakukan eksplorasi dari berbagai sumber informasi yang dapat membantu mereka dalam menemukan hal-hal baru yang berguna sebagai kunci dalam menyelesaikan masalah. Discovery-inquiry learning ini menuntun siswa untuk dapat berpikir kritis dan bebas dalam menemukan hal-hal baru.
Kelebihan metode penemuan/discovery-inquiry :
Strategi pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa sebagai penerima informasi yang baik tetapi proses mentalnya berkadar rendah, menjadi pengajaran yang menekankan kepada proses pengolahan informasi di mana siswa yang aktif mencari dan mengolah sendiri informasi yang kadar proses mentalnya lebih tinggi atau lebih banyak.
Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar atau ide lebih baik.
Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dan dalam rangka transfer kepada siutuasi-situasi proses belajar yang baru.
Mendorong siswa untuk berfikur dan bekerja atas inisiatifnya sendiri.
Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar yang tida hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.
karakteristik dari model pembelajaran discovery-inquiry di antaranya, yaitu sebagai berikut. - Mendalami dan menyelesaikan masalah untuk membentuk, menggabungkan dan mengumumkan pengetahuan.
- Berfokus pada siswa
- Aktivitas meleburkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
SIMPULAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT
Simpulan
Berdasarkan hasil refleksi di atas atas kasus dan solusi yang telah di paparkan penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam RPP yang telah disusun ternyata masih ada poin- poin yang kurang dan masih ada bagian yang perlu ditambahkan sekalipun poin tersebut sudah ada dalam RPP, hal berikutnya berkaitan dengan pembelajaran yang sudah dilaksanakan tidak dapat dihindari masalah yang timbul pada saat proses pembelajaran berlangsung ada beberapa temuan yang sekaligus sudah disajikan solusinya. Sehingga Dengan refleksi semacam ini guru pada pertemuan selanjutnya diharapkan dapat memperbaiki proses pembelajaran dengan lebih baik, menggunakan model pembelajaran Problem based Learning (PBL) atau Project Based Learning (PjBL).
Rencana Tindak Lanjut
Setelah melakuan tindakan untuk memperbaiki proses pembelajaran menggunakan metode Descovery inquiry berbasis penemuan kearifan lokal, ada beberapa hal yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada masa mendatang, antara lain:
Metode Descovery inquiry berbasis penemuan kearifan lokal terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis esai siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Namun masih diperlukan penelitian lanjutan terkait efektifitas metode tersebut untuk jenis kompetensi yang berbeda.
Kegiatan pembelajara ini masih terbatas karena metode Descovery inquiry berbasis penemuan kearifan lokal.
Laporan: Jaswal
