Penyerahan Wakaf Al-Qur’an dan Perahu Dakwah Guru Ngaji Pedalaman
Indonesia adalah negeri yang luas dengan ribuan sungai dan wilayah pedalaman yang masih sulit dijangkau. Jauh dari hiruk-pikuk kota, terbatasnya akses jalan membuat sebagian daerah hanya dapat dicapai melalui jalur air.
Namun keterbatasan tersebut tidak pernah memadamkan semangat dakwah para guru ngaji di pedalaman.
Bagi masyarakat perkotaan, aktivitas mengajar mungkin cukup ditempuh dengan sepeda motor atau mobil.

Akan tetapi, bagi guru ngaji di pedalaman, perahu adalah satu-satunya jalan. Perahu bukan sekadar alat transportasi, melainkan urat nadi dakwah, penghubung antara ilmu dan umat.
Dengan perahu itulah para guru ngaji menembus pagi yang berkabut, hujan yang deras, serta arus sungai yang tidak selalu bersahabat. Mereka membawa Al-Qur’an, membawa ilmu, dan membawa harapan—agar anak-anak pedalaman kelak tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia.

Tanpa perahu yang layak, dakwah bisa terhenti, anak-anak kehilangan guru, dan masyarakat kehilangan pembimbing.
Atas dasar itulah kegiatan Ekspedisi Dakwah Pedalaman (EDP) Sinergi Bangun Peradaban (SIGAP) dilaksanakan.
Perjalanan Ekspedisi
Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 03.00 dini hari, tujuh personel tim ekspedisi mulai bersiap memuat bantuan dan logistik. Jarak tempuh yang jauh, keterbatasan kapasitas perahu, kondisi pasang surut air sungai, hujan, serta arus dan jeram sungai menjadi tantangan yang harus diperhitungkan secara matang.

Berdasarkan informasi warga setempat, musim hujan sehinga membuat derasnya arus sungai menuntut kewaspadaan tinggi, sehingga tim memutuskan berangkat lebih awal dengan perencanaan yang cermat.
Perjalanan diawali dengan menempuh jalur darat selama kurang lebih dua jam, kemudian dilanjutkan menggunakan perahu menyusuri derasnya sungai selama tiga jam hingga tiba di lokasi tujuan.
Penyerahan Amanah dan Kegiatan Dakwah
Setibanya di kampung tujuan, tim disambut hangat oleh tokoh masyarakat dan warga setempat.
Kegiatan diawali dengan perakitan mesin Honda 13pk pada perahu dakwah guru ngaji pedalaman, dilanjutkan dengan uji coba penggunaan perahu.

Selanjutnya dilaksanakan tabligh akbar oleh Ustadz Ustman Asy Syafi’i (pimpinan ponpes Tahfizh Khoiru Ummah Pekanbaru) dan penyerahan simbolis perahu dakwah guru ngaji pedalaman oleh Head of Branch Dumai Indosat Central Sumatera sekaligus Ketua SKI Indosat Central Sumatera oleh bapak Kholid Widarmana SH yang merupakan wakaf dari donatur ZIS Indosat dan SKI Indosat.
Bantuan dari donatur lain yang turut disalurkan meliputi:
• Wakaf Al-Qur’an untuk kegiatan guru ngaji di masjid-masjid pedalaman
• Penyaluran zakat 100% kepada mustahik
• Gaji guru ngaji
• Paket sembako untuk guru ngaji

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih, masyarakat setempat mengajak tim ekspedisi makan siang bersama. Setelah seluruh amanah tersampaikan dengan baik, tim bersiap untuk kembali.
Tim dilepas dengan penuh haru oleh warga dan tokoh masyarakat, kemudian bertolak menuju Kota Pekanbaru dan tiba dengan selamat pada pukul 23.00 WIB.
Hikmah Perjalanan
Perjalanan ini sarat dengan hikmah dan menjadi proses pembentukan karakter bagi seluruh personel tim—dalam hal keberanian, pengorbanan, daya juang, serta kekompakan.
Lebih dari itu, perjalanan ini meneguhkan nilai amanah, keikhlasan, dan kebersihan hati dalam berdakwah dan menyalurkan bantuan.

“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim ekspedisi dan para donatur yang telah bersedia berdakwah serta memberikan bantuan perahu dakwah dan lainnya ke kampung kami yang jauh dan terisolasi,” ujar Fahri, mubaligh setempat.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dakwah dan penyaluran amanah dari para muhsinin berupa perahu dakwah guru ngaji pedalaman, wakaf Al-Qur’an, zakat kepada mustahik, gaji guru ngaji, serta paket sembako telah tersampaikan dengan baik dan lancar.
Seluruh personel tim EDP SIGAP pun kembali dalam keadaan selamat, sehat, dan tetap solid.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya—jazakumullahu khairan jazaa—disampaikan kepada seluruh tim, warga kampung, serta semua pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara khusus kepada para donatur muhsinin dan wakifin dari ZIS Indosat, SKI Indosat, serta seluruh wakif dan donatur lainnya yang telah mempercayakan amanah wakaf, infak, sedekah, dan zakat kepada Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman Sinergi Bangun Peradaban (SIGAP).
“Semoga curahan waktu, tenaga, pikiran, dan dana dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang terus mengalir dan dicatat sebagai pemberat amal saleh di yaumil akhir kelak,” ujar Ihsan, Koordinator Tim Ekspedisi.
“Dan semoga kegiatan berikutnya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat terisolasi di pedalaman, khususnya di wilayah Riau. Insya Allah,” tambahnya.
(MI)
