CENTRO RIAU Pekanbaru -Iseprianto, S.IP mahasiswa pada salasatu Universitas di Riau, mempertanyakan legalitas Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Pemuda Mahasiswa Kuantan Singingi (IPMAKUSI) Pekanbaru yang terjadi baru-baru ini.
Iseprianto, mahasiswa asal kecamatan Cerenti yang menuntut ilmu di Pekanbaru ini menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Cerenti, telah disepakati dan ditunjuk langsung oleh forum ketua mahasiswa kecamatan se-Kuantan Singingi sebagai sekretaris pelaksana Mubes yang sah menurut pemilihan.
Isep dan beberapa ketua-ketua kecamatan menolak akan hasil Mubes IPMAKUSI Pekanbaru, dikarenakan tidak ada kejelasan dari ketua panitia Mubes dan dirinya selaku sekretaris panitia yang sah tidak pernah dilibatkan dan bahkan, tidak tahu sama sekali akan Mubes IPMAKUSI yg terjadi beberapa waktu lalu.
“Menurut saya, sebagai insan organsatoris sudah seharusnya kita tertib pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, AD ART kan dibuat sebagai role agar organisasi ini berjalan sesuai dengan track yang benar. jangan karena ada kepentingan pribadi, ataupun kelompok membuat terjadinya pembelahan dan menurunkan marwah organisasi. kami secara tegas menolak Mubes dengan membawa nama Ipmakusi dan nanti kita akan data serta akan ditindak lanjuti oknum-oknum yang bermain didalamnya yang nantinya akan kita beri sanksi sesuai ad/art yang berlaku” Tulis Isep ke Centro
Hal senada juga disampaikan, Sigit Budiarto, selaku Ketua Harian Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Cerenti Pekanbaru, ia juga menyayangkan Mubes Ipmakusi Pekanbaru yang terjadi beberapa waktu lalu, karena tidak ada kejelasan kepanitiaan dan banyaknya kejanggalan yang terjadi selama Mubes itu berlangsung. Apabila permasalahan ini tidak diselesaikan maka besar kemungkinan akan terjadinya perpecahan di IPMAKUSI Pekanbaru sendiri.
Ketua Panitia Pelaksana Mubes IPMAKUSI Pekanbaru, Tio Afrianda mengatakan,”Biarkanlah dulu Bang! besok kita rangkul, kan hanya satu kecamatan,” katanya dengan singkat ke Centro
Kemudian, Ketua terpilih Zulfajri belum menjawab konfirmasi Awak media Centro. (Krt)
