Opini CENTRO*Simandolak itu adalah salah satu Kenegerian dari IV Koto di Kecamatan Benai. Banyak orang menjuluki kenegerian yang banyak melahirkan Cikgu dan Pejuang, diantaranya nya Datuk Abdullah Syarif pejuang gajah putih, ia pernah jadi anggota DPRD Kota Pekanbaru dan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Taman Bahagia pertama. Ada juga Datuk Intan Judin dari seorang guru sampai legislator, bahkan ia saksi sejarah dalam perpolitikan masa lalu kemenangan Ismail Suko dalam perhitungan suara, ia yang bacakan hasil kemenangan itu. Bagaimana semangat generasi itu kembali muncul untuk memperjuangkan bagaimana kondisi hari ini ke arah lebih baik?, “berjuang kompak dan menang.”
Kami ingin memanifestasikan keadilan melalui gagasan yang konkret. Gagasan yang bisa meluruskan jalan bagi masa depan Kenegerian Simandolak ini.
Kita ingin mendorong penguatan demokrasi melalui beberapa prinsip utama: menjalankan amanah reformasi, menghadirkan kesetaraan hukum, mendorong masyarakat sipil yang kritis, menguatkan landasan demokrasi elektoral.
Demokrasi dan kesetaraan hukum
Demokrasi adalah sebuah jalan panjang yang perlu terus kita rawat. Keliru jika kita memandang demokrasi sebagai sesuatu yang bisa tumbuh dan bertahan begitu saja (taken for granted). Kita memilih jalan demokrasi bukan sebagai jalan pintas pembangunan, kita memilih demokrasi sebagai ikhtiar mewujudkan manusia yang bermartabat. Manusia yang merdeka berpikir, berpendapat, dan menentukan tindakan.
Basis dari demokrasi adalah trust. Wes wayahe, mengembalikan kepercayaan itu!
Kepercayaan bukan muncul dari fanatisme buta. Layaknya sebuah pertandingan sepak bola, wasitnya harus adil, aturan mainnya harus jelas dan berlaku sama pada semua, baru kepercayaan akan muncul.
Kepercayaan akan tumbuh dengan adanya penguatan demokrasi. Kita ingin mendorong penguatan demokrasi melalui beberapa prinsip utama: menjalankan amanah reformasi, menghadirkan kesetaraan hukum, mendorong masyarakat sipil yang kritis, menguatkan landasan demokrasi elektoral.
Esensi demokrasi adalah memberikan ruang yang setara bagi semua. Menghadirkan kepastian hukum dan rasa aman dengan menjamin hak-hak warga negara, terutama ruang yang aman bagi perempuan, anak, difabel, masyarakat adat, dan kelompok marjinal.
Demokrasi yang sehat dan kesetaraan hukumlah yang akan mendorong kemajuan pembangunan berkeadilan. Kemajuan pembangunan tanpa perspektif keadilan sosial akan terasa semu.
Pembangunan untuk semua
Ketika bicara kesetaraan pembangunan hanya berhenti pada pembahasan Musrenbang, pengajuan program pembangunan desa yang terus hilang dan ketika turun dengan mudahnya bisa digeser dan diutak atik dengan mudah, harusnya dari mudiak mudah saja berubah dari ulak, akhirnya pembangunan itu seperti kain kapan pendek tak sampai sepenuhnya bagian kita itulah titik lemahnya kita selama ini tukang giring pengajuan pembangunan itu tak ada, bersyukur kita hari ini sudah punya wartawan yang yang terus mempublikasi menyuarakan bagaimana keadilan itu tetap hadir.
Urusan ketimpangan tidak boleh lagi terjadi, tetapi diselesaikan melalui instrumen-instrumen kekuatan kolaborasi.
Pembangunan perlu kita rancang dengan baik terukur dan bermanfaat.
Urusan ketimpangan tidak boleh lagi terjadi, tetapi diselesaikan melalui instrumen-instrumen kolaborasi antara pers, pemdes dan dewan.
Masalah ketimpangan perlu diintegrasikan melalui instrumen kolaborasi, seperti pemdes pengajukan, pers mempublikasi, dan dewan menggiring untuk menciptakan pembangunan yang memberikan kesejahteraan semua warga, bukan hanya sebagian warga.
Ketika pemikiran itu diturunkan dalam bentuk kebijakan, diaplikasikan secara konkret, dan dieksekusi untuk kepentingan warga, hasilnya dahsyat untuk memberi pembangunan yang setara.
Dahulu, gerbang kesetaraan itu tertutup rapat. Bayangkan, ketika pengaspalan jalan yang harusnya mulai dari tugu gajah putih mudah saja pindah akhirnya itulah pembangunan yang seperti kain kapan kurang itu.
Kami ingin kesetaraan tak berhenti untuk selamanya.
Kita berinovasi agar bisa mandapatkan kesetaraan pembangunan itu bisa dinikmati.
Jika Pancasila dilihat tujuan akhirnya, terlihat bahwa keadilan bagi semua adalah tujuan utamanya.
Masyarakat kompak dan sejahtera
Jika Pancasila dilihat tujuan akhirnya, terlihat bahwa keadilan bagi semua adalah tujuan utamanya. Sejak awal para pendiri Republik ini menyadari betul kekuatan ekosistem sosial warga yang kokoh jika ditata di atas rasa keadilan.
Keberagaman manusia Indonesia adalah karunia Allah, tetapi mendorong masyarakat bersatu dan kompak adalah ikhtiar bersama. Kompak berarti mewujudkan interaksi yang saling menguatkan antara warga dan penyelenggara nagori.
Kuncinya ada pada dua aspek: kolaborasi dan meritokrasi! Perspektif kolaborasi dan meritokrasi meyakini pembangunan sebagai kesempatan bagi semua untuk berkiprah.
Penyelenggara nagori perlu rendah hati dengan tidak memonopoli kebenaran, tetapi justru menggelar tikar yang nyaman agar warga bisa duduk bersama dan terlibat.
Pendekatan pembangunan tak bisa lagi sekadar penyelenggara nagori menjadi administrator. Pendekatan konvensional itu harus berubah dengan menjadikan penyelenggara nagori menjadi kolaborator dan warga menjadi ko-kreator sehingga bisa memunculkan beragam kolaborasi. Inilah yang akan kita lakukan di Kenegerian Simandolak dengan mengusung konsep ”Simandolak, Kenegerian Kolaborasi!”
Syarat utama pemerintahan desa yang kolaboratif adalah tata kelola pemerintahan yang benar dan transparan (pemdes mengajukan, pers mempublikasi, dewan menggiring) ketiga unsur ini berkolaborasi.
Satu cara mewujudkan good governance adalah dengan meritokrasi. Para pendiri Republik ini merancang sebuah negara yang memungkinkan siapa pun yang memiliki karya dan gagasan bisa menjadi pemimpin. Kemerdekaan telah menggulung konsep aristokrat dan monarki, sebuah bukti Indonesia lahir dengan prinsip meritokrasi.
Keberagaman manusia Indonesia adalah karunia Allah, tetapi mendorong masyarakat bersatu dan kompak adalah ikhtiar bersama.
Hari ini, pemerintahan yang bisa menjalankan meritokrasi akan mengirimkan pesan tegas bahwa pemerintahannya berintegritas. Kita berikhtiar menyelenggarakan pemerintahan dengan cara-cara berintegritas. Meluruskan jalan, menghadirkan kesetaraan, dan meraih kemajuan yang berkeadilan.
Gagasan ini ditulis dengan keyakinan bahwa setiap kita punya mimpi besar untuk masa depan Simandolak. Kami mengundang setiap warga Kenegerian ini untuk berkolaborasi mewujudkan gagasan ini. Bismillah, kolaborasi ini bisa meluruskan jalan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terkhusus Kenegerian Simandolak.!
