RAWANG UDANG—Anto Triana, warga desa Talontam kecamatan Benai, merasa dirugikan dengan sebuah pemberitaan di media Patrolikriminal86.com yang berjudul “*Tidak Pernah Tersentuh Hukum, Masyarakat Minta APH Tangkap Anto Bos Emas Talontam Benai” Terbit pada Sabtu, 24 Januari 2026 Waktu setempat.
Narasumber berita tersebut “menuding habis” Anto Triana sebagai pelebur emas, namun Awak Media tersebut tidak ada konfirmasi ke Anto Triana.
“Seharusnya, agar informasi berimbang, wartawan tersebut wajib konfirmasi dulu ke saya. Ini tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba berita terbit ‘”Ucap Anto Triana ke Awak Media ini dengan nada kesal, Ahad 25 Januari 2026 siang WIB.
Ditanya terkait iya atau tidak sebagai pelebur emas ia menjawab, “Telah 6 hari saya tidak kerja itu lagi, karena memang tidak ada yang jual, dulu ada stykay kerja emas di Rawang Udang, sekarang tidak ada lagi, karena sepi maka saya pilih tutup,”Terang Anto dengan wajah bengis, nak semacam seorang anak kecil ditampar Ayahnya, marah! tapi tak bisa membalas.
Setelah itu Ahmad Fathony SH, membenarkan apa yang dikatakan Anto Triana, “Iya, karena tak ada kerjaan lagi di Rawang Udang sejak sepekan lalu, maka Mak Anto tutup,”Kata Pria yang berciri khas kacamata itu.
Tak hanya itu, AF sapaan ketua Karang Taruna kecamatan Benai itu, menjelaskan, “Itu berita jangan asal tuduh harus konfirmasi terlebih dahulu ke “Mak Anto” kata Toni dengan sapaan akrabnya “Mak Anto” ke Anto Triana tersebut.
Masih kata alumni fakultas hukum Universitas lancang kuning Riau itu. “Diduga,” ucap AF. “Itu melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, khususnya Pasal 158 yang menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.”ucapnya seperti diluar kepala menghafal UU Minerba tersebut.
Terakhir, pihak hukum ! disini Kapolsek Benai meyebutkan!”Terima kasih telah diklarifikasi dengan cepat, sebab! jika telat mungkin lain yang akan terjadi! Personil Polsek akan bergegas ke rumah yang disebut itu. Namun, tentu kami melihat akurasi Informasi juga, “Ucap IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi. dengan senyum ciri khasnya. (KRT)
