Centroriau.Id,Meranti – Dari sebuah dapur sederhana di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Mie Sagu Boedjang membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Bagi Praptini, pemilik Mie Sagu Boedjang, dukungan Pemerintah Daerah yang sejak awal konsisten memberikan ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal menjadi salah satu kunci yang membawa usaha tersebut berkembang dari skala rumahan hingga dikenal di kancah internasional.
“Sejak kami berdiri pada 2019, Pemda selalu support. Salah satunya dengan melibatkan Mie Sagu Boedjang dalam berbagai kegiatan promosi, pameran maupun event. Dukungan itu sangat kami rasakan karena membuat produk kami semakin dikenal masyarakat,” ujar Praptini, saat ditemui, kemarin.
Menurutnya, promosi yang diberikan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan usaha. Praptini menyebutkan, pada awal berdiri Mie Sagu Boedjang produksi hanya sekitar 100 kemasan. Seiring waktu berjalan produksi terus bertambah, dan kini produksi dapurnya tembus 3.000 hingga 5.000 kemasan setiap bulan.
“Jumlah produksi sangat bergantung pada event atau kegiatan-kegiatan besar yang digelar Pemerintah,” sebutnya.
Tak hanya mengembangkan satu produk, Mie Sagu Boedjang kini telah menghadirkan sedikitnya 15 olahan berbahan baku sagu. Mulai dari mie sagu instan, stik sagu, brownies sagu, donat sagu crispy, sagu lemak, sagu rendang, sesagon, nastar sagu, kue bangkit sagu, sohuy, bakso sagu, mie ayam sagu, cendol sagu, kolong sagu hingga sagon kelapa.
Perjalanan usaha tersebut juga pernah mengantarkan produk khas Kepulauan Meranti itu tampil di ajang internasional. Bersama program Rumah Kreatif BUMN yang didukung BRI, Brand Mi Sagu Boedjang juga pernah diikutkan pada pameran Tong Tong Fair (TTF) di Den Haag Belanda (2022), serta pameran Pasar Senggol Turkiye di Istanbul, Turki (2023).
Kini, Mie Sagu Boedjang juga telah memiliki Gerai Sagu Kite di Jalan Merbau, Selatpanjang, sebagai pusat penjualan berbagai produk olahan sagu. Selain itu, produk-produknya juga telah dipasarkan melalui marketplace dengan harga berkisar Rp17.000 hingga Rp25.000 per kemasan, tergantung jenis produk dan wilayah pemasaran.
Praptini mengatakan, dukungan terhadap usahanya bukan hanya datang dari satu organisasi perangkat daerah, tetapi hampir seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Semua instansi, baik Pemda maupun vertikal, sangat suport terhadap kami. Kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan menghadirkan inovasi produk sagu,” katanya.
Terbaru, sebut Praptini, momen Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau memesan setidaknya 600 pcs produk Mie Sagu Boedjang untuk dibawa ke Jakarta.
“Termasuk kegiatan MTQ Riau di Kuantan Singingi, ada juga produk kita yang ditampilkan di sana,” tambah Praptini.
Tak berhenti mengembangkan usahanya sendiri, Mie Sagu Boedjang kini juga menggandeng 25 UMKM mitra yang tersebar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka membantu proses pengemasan, pengiriman hingga promosi produk para pelaku usaha lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Perkembangan usaha tersebut turut membuka lapangan pekerjaan. Saat ini Mie Sagu Boedjang mempekerjakan 12 karyawan, terdiri dari 10 orang di Selatpanjang yang menangani produksi dan pemasaran serta dua orang di Pekanbaru yang fokus pada pemasaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen terus mendampingi dan mempromosikan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Keberhasilan Mie Sagu Boedjang menjadi bukti bahwa ketika pelaku UMKM memiliki semangat berinovasi, maka produk lokal mampu berkembang hingga menembus pasar nasional bahkan internasional. Kami akan terus membuka ruang promosi bagi UMKM Meranti,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menilai kemajuan Mie Sagu Boedjang menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, dukungan promosi, pembinaan dan akses pemasaran harus terus diperkuat. Kami di DPRD tentu mendukung berbagai program pemerintah yang mendorong UMKM lokal berkembang sehingga semakin banyak produk Meranti yang dikenal luas dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (ADV)
