CENTRO RIAU Pekanbaru –Pasca Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 di Provinsi Riau, ternyata tidak semua keluarga merasakan kebahagiaan.

Seperti di Kota Pekanbaru, tepatnya jantung Ibukota provinsi Riau , karena terbatasnya daya tampung siswa baru oleh SMA Negeri, menyisakan kisah pilu untuk seorang Janda bernama Rita Widowati bersama Anak tunggalnya yang bernama Asih Yatri Sani yang gagal diterima di tiga sekolah Impiannya setelah mengikuti SPMB Online di SMAN 4 Pekanbaru , dan mencoba mendaftar secara manual ke SMAN 15 serta SMAN 19 Pekanbaru. Namun, Asih Yatri Sani, anak seorang janda itu tetap tidak diterima oleh 3 sekolah tersebut dengan alasan sekolah telah penuh tidak bisa menambah siswa lagi.
Walaupun begitu, upaya Rita Widowati, seorang janda yang bekerja sebagai pedagang kue titip di Warung-warung Kelontong seputar kelurahan Sidomulyo Barat itu, belumlah pupus.
Dikatakannya Rita Widowati ke Awak Media ini, “Sepecik waktu dan harapan masih kami nanti dari antara tiga sekolah impian anak saya, Asih Yatri Sani,”Ucap Rita Widowati dengan wajah nelangsa, tetapi penuh optimisme bahwa perjuangannya akan berhasil. Dikatakannya pada Sabtu pagi WIB , 5 September 2026 ke Awak Media ini.
Lalu, Ia yakin dalam waktu dekat ini, satu sekolah diantara 3 sekolah SMAN yang disebutnya itu akan memberi kesempatan terhadapnya , Asih Yatri Sani.
Diketahui, Asih Yatri Sani anak dari Rita Widowati yang berdomisili di RW 09, kelurahan Sidomulyo Barat, kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru itu, telah mengikuti SPMB Online program Disdik provinsi Riau tahun ajaran 2026/2027. Namun gagal diterima sesuai jalur yang dipilihnya.
Setelah itu, Asih Yatri Sani dan Ibunya tidak berhenti sampai disitu, ia mencoba mendatangi SMAN 15 untuk mendaftar secara manual. Karena SMAN 15 beralamat begitu dekat dari domisili Asih Yatri Sani, yaitu di Jln Cipta Karya Km 03 Kecamatan Tuah Madani, namun juga gagal dengan alasan pihak sekolah penuh.
Beranjak dari sekolah tersebut, Asih Yatri Sani, meminta Awak Media ini menghubungi Kepala Sekolah SMAN 19 Agusmir, S.Pd. “Sekolah kami memang telah penuh, tetapi anak jangan sempat putus sekolah ya Pak! bilang ke Ibu Rita Widowati tersebut, terus berupaya,”Ucap Kepala Sekolah sambil menyarankan Asih Yatri Sani anak Janda penjual kue itu jangan putus sekolah.
Oleh karena itu, Asih Yatri Sani dan Ibunya Rita Widowati, pada Senin 7 September 2026 berjanji akan mendatangi Sekolah SMAN 19, karena ada seperti dukungan atau saran juga harapan dari Kepala Agusmir, S.Pd yang respon cepat terhadap seluruh Insan Pers di Kota Pekanbaru.
Karta Atmaja
