Screenshot
centroriau.id, Bekasi – Kekalahan dari PSPS Pekanbaru menjadi laga terakhir Nil Maizar bersama Semen Padang FC. Manajemen Kabau Sirah resmi mengakhiri kerja sama dengan sang pelatih setelah timnya takluk dari PSPS Pekanbaru pada pekan keempat Championship 2026/2027, Minggu (4/10/2026).
Ya, Semen Padang harus mengakui keunggulan PSPS dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Gol tunggal Dimas Wicaksono pada menit ke-72 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian Coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC,” tulis akun Instagram resmi Semen Padang Fc beberapa jam setelah laga.
Manajemen Semen Padang menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap performa tim dalam empat pertandingan awal Championship atau dulunya bernama Liga 2.
Sebelum kalah dari PSPS, Semen Padang sempat mengawali kompetisi dengan hasil positif. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan menang 1-0 atas Persiraja Banda Aceh, kemudian bermain imbang 1-1 saat menjamu PSIS Semarang, serta meraih kemenangan 2-0 di markas PSGC Ciamis.
“Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keluarga besar Skuad Kabau Sirah,” lanjut keterangan Semen Padang.
“Doa terbaik dari kami, semoga sukses dan selalu diberi kelancaran di perjalanan karier selanjutnya!,” sambungnya.
Namun demikian, Semen Padang belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Nil Maizar sebagai pelatih kepala.
Di sisi lain, Nil Maizar kini menjadi pelatih ketiga yang terdepak pada awal kompetisi Championship 2026/2027. Sebelumnya, dua klub lebih dulu melakukan pergantian di kursi kepelatihan.
Persipura Jayapura menjadi klub pertama yang mengambil keputusan tersebut. Mutiara Hitam mengakhiri kerja sama dengan Andri Ramawi pada 23 September 2026 setelah meraih hasil kurang maksimal dalam dua pertandingan awal.
Mereka kalah dari Barito Putera dan bermain imbang melawan Tornado FC. Persipura kemudian menunjuk Regi Aditya sebagai pengganti.
Selanjutnya, Persiraja Banda Aceh melakukan perubahan di jajaran kepelatihan pada 27 September 2026. Klub tersebut memecat seluruh tim pelatih, termasuk Jaya Hartono bersama tiga asistennya, setelah Persiraja menelan tiga kekalahan beruntun. Persiraja kemudian menunjuk M. Ridwan sebagai pelatih kepala baru.
