CENTRO RIAU KUANTAN SINGINGI — Kepolisian Sektor Benai merespon informasi dari media online Tintapost.com Kamis 22 Oktober 2026 , terkait dugaan seseorang dipanggil Ujang sebagai penadah hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI ) di Pasar Benai, namun setelah cek and ricek kelapangan tidak ditemui aktivitas seperti yang diinformasikan oleh media tersebut, Jumat 23 Oktober 2026 malam WIB.
Seperti dikatakan Kapolsek Benai , IPTU Parsaulian Simanjuntak SH MH, melalui Kanit Reskrim Polsek Benai, Ipda Tri Harry, MH, ” Setelah kami cek sesuai informasi yang didapatkan dari rekan Awak Media, tidak ditemukan seperti apa yang diiformasikan,” Ucap Kanitresrim Polsek Benai ke Centro singkat dan jelas.
Tak sampai disitu, Awak Media ini mencoba berbagai upaya untuk melakukan konfirmasi terhadap empat (4) orang bernama Ujang di Pasar Benai. Ujung pertama mengatakan, “Setahu saya belum ada nama Ujang Penadah Hasil PETI di Benai ini,”Ucap Ujang yang berusia 34 tahun dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp 08xxxx.
Setelah itu, jawaban Ujang kedua, ketiga dan keempat hampir sama dengan jawaban Ujang pertama tadi.
“Nama-nama Ujang bersih dari panadah emas hasil PETI, mungkin informasi tersebut ada kekeliruan, dugaan saya itu hanya mungkin informasi iseng iseng doang!,” Ucap Ujang yang setiap hari Fokus pada usaha jualan Baju, Celana dan berbagai macam pakaian dijualnya.
Kemudian, setelah dipantau di aliran sungai Batang Kuantan dari siang hingga sore (23/10) juga tidak ada informasi aktivitas PETI di Aliran Sungai dan tidak di Aliran Sungai (daratan). Baik itu di Simandolak maupun di desa Kalimanting.
Dari narasumber lain, hal tersebut dibenarkan tidak ada aktivitas PETI oleh Anggota BPD desa Tanjung Antoni Jefri,” Benar, tidak ada aktivitas PETI sekarang, hmmmm, sekitar dua pekan lalu telah berhenti semuanya, karena para tokoh masyarakat, baik di kampung halaman, maupun dari perantaan sepakat tidak boleh aktivitas PETI di dua desa disebut tadi,”Jelas Jefri.
Setelah lebih kurang 45 menit, Kepolisian Sektor Benai, yang dipimpin Kanit Reskrim bergerak pergi dari lokasi yang diduga ada aktivitas penadah hasil PETI. Selanjutnya, Kepolisian Sektor Benai terus melakukan patroli untuk menjaga agar warga tetap terlindungi dengan Khamtibmas, termasuk dari berbagai isu yang bergulir di Media Sosial.
(Karta Atmaja)
