
CENTRO RIAU- Dosen BK Universitas Riau, Robby Maiva Putra melihat ada pemandangan baru disepanjang jalan Inhu-Kuansing dan Inhu- pelalawan di suasana Idul Fitri, yaitu banyak anak-anak berkumpul ditepi jalan sambil membawa senjata mainan berpeluru plastik.
Mereka berkumpul dan kemudian menembaki anak-anak lain yang lewat didepan mereka.
Hal ini tentu sangat disayangkan sekaligus membahayakan. Selain dapat menyebabkan cedera (misalnya menyebabkan kebutaan jika kena mata), ini tentu juga dapat menyebabkan kecelakaan.
Kemudian ini juga berpotensi memicu tawuran antar warga, jika ada anak atau adiknya yang kena tentu orang tua atau keluarganya bisa saja tidak terima dan melakukan hal yang mungkin akan mengarah pada kekerasan pada anak-anak yang menembaki anaknya tersebut.
Roby Maiva Putra yang merupakan Dosen BK di Universitas Riau mengatakan, “perlu adanya peran dari pemerintah kecamatan dan desa agar bersama-sama dengan orang tua untuk mengedukasi anak-anak mereka tentang bahaya dari mainan ini.” Ujar Robby kepada Centro Riau, (28/5/2020)
Dosen muda ini menambahkan ” Kemudian pihak kepolisian hendaknya juga dapat turun tangan, misalkan menindak tegas para penjual senjata mainan berpeluru plastik tersebut. Hal ini dilakukan supaya dapat menimbulkan efek jera sehingga dikemudian hari para pedagang mainan dapat mempertimbangkan dampak positif dari mainan yang mereka jual, bukan hanya sekedar mencari keuntungan saja.” Katanya.
Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama ini kita semua dapat memahami tentang bahaya senjata mainan ini serta dapat memilah dan memilih mainan yang dapat memberi edukasi pada anak sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, baik dari segi perilaku maupun psikologisnya kata roby menambahkan. (Krt)
