
Isu virus corona telah menjadi perbincangan dunia sejak akhir tahun 2019. Pada awal tahun 2020, virus ini menyebar ke Indonesia, virus corona menyebar dengan cepat melalui beberapa faktor, salah satunya yaitu melalui kontak fisik. Hal ini membuat masyarakat harus selalu waspada dengan menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan.
Tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung. Oleh karena itu, mencuci tangan dengan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya pencegah penyakit.
Namun, kurangnya kesadaran masyarakat serta minimnya fasilitas umum berupa tempat cuci tangan, menjadi kendala tersendiri dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat. Kondisi demikian, membuat Mahasiswa UIN SUSKA RIAU berupaya berpartisipasi dan mengedukasi masyarakat melaluli Kuliah Kerja Nyata(KKN-DR) mengenai pentingnya menerapkan hidup bersih dan sehat terutama cuci tangan, di desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi.
Salah satu program Kerja yang dilakukan Mahasiswa KKN-DR UIN SUSKA RIAU yaitu pembuatan tempat cuci tangan yang akan didistribusikan di setiap masjid , kantor desa dan puskesdes yang ada di desa Pauh Angit. Pembuatan cuci tangan ini disertai dengan pembuatan sabun cuci tangan yang berbahan dasar dari bahan-bahan alami.
“kami berharap dengan adanya tempat cuci tangan ini warga semakin antusias untuk selau mencuci tangan dan hidup bersih.” Ujar Gita Mahasiswa KKN-DR
Tempat cuci tangan yang dibuat ini sebanyak 8 unit dan didistribuasikan ke tempat yang bisa dikunjungi masyarakat meliputi masjid, kantor desa dan puskesdes.
Pendistribusian tempat cuci tangan ini dilakukan pada tanggal 22 Juli 2020. Program kerja tempat cuci tangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun di tengah pademi Covid-19.
