CENTRO RIAU, Pekanbaru – Pasca coaching Optimalisasi Penggunaan Gadget untuk pembelajaran, Tanoto Foundation bekerja sama dengan Universitas Riau (UNRI) dan UIN Suska Riau, kembali melatih 230 guru dari 24 sekolah mitra TF, UNRI dan UIN Suska. Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan kali ini lebih menekankan teknis dan muatan materi untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Jika sebelumnya kita membimbing bagaimana guru-guru menggunakan aplikasi dan optimalisasi smartphone untuk pembelajaran, sekarang bagaimana mereka bisa meramu metodologi dan konten sehingga tercipta pembelajaran yang menarik dan partisipatif,” ujar Dendi Satria Buana, Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Riau.
Dendi juga menegaskan bahwa upaya ini untuk memperbaiki pola PJJ yang selama ini relatif memberatkan orang tua.
“Kesan PJJ yang menambah beban orang tua akan terus kita reduksi, karena jika pembelajaran dilakukan dengan konsep yang baik, sesuai serta menarik bagi peserta didik, maka akan menjadi proses yang menyenangkan bagi peserta didik.”
Hal senada dikuatkan pemateri Prof. Dr. Hasnah Faizah dosen UNRI dan Dr. Sukma Erni dosen UIN Suska Riau. “Pembelajaran jarak jauh seharusnya dilaksanakan dengan cara-cara yang menyenangkan anak-anak kita, sehingga anak-anak tetap akan betah belajar, bukan malah menjadi beban baru bagi orang tua.”
Merry Murzana, guru MI Miftahuddin Rumbai menyebut selama ini materi PJJ cenderung membosankan. Namun pelatihan kali ini berbeda dengan yang biasanya ia ikuti.
“Ternyata ruang virtual tidak menjadi penghambat para guru untuk berkreasi. Melalui pelatihan ini kami belajar tips-tips sederhana tetapi menarik sehingga siswa kami seolah-olah merasa tetap belajar aktif bersama kami. Yang membedakan hanya kita tidak dapat bertatap muka sepenuhnya seperti sebelum pandemi,” jelas Merry bersemangat.
