Sumber gambar: google
CENTRO RIAU PEKANBARU -Akibat penyebaran Coronavirus (Covid-19) yang meluas akhirnya pemerintah memutuskan untuk mewajibkan semua kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh. Keputusan ini diambil karena mempertimbangkan kesehatan peserta didik, pendidik, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah adalah hal yang paling diutamakan.
Salah satu lembaga pendidikan yang terdampak dari adanya virus ini adalah SD/MI. Sebagaimana telah diketahui bahwa pembelajaran pada jenjang SD/MI menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik adalah suatu model pembelajaran terpadu yang didasarkan pada tema-tema tertentu yang disesuaikan dengan dunia anak. Dalam pembelajaran tematik pendidik dituntut agar mempunyai pengetahuan yang luas, kreatif, percaya diri, memiliki kemampuan metodologis yang baik, dan mampu mengemas dan mengembangkan materi. Ketrampilan-ketrampilan guru seperti ini juga seharusnya muncul dalam pembelajaran jarak jauh.
Tentu dalam pembelajaran daring atau jarak jauh baik tematik ataupun pembelajaran lainnya memiliki tantangan sendiri dalam proses pembelajaran nya terutama dimasa pandemi dimana segala aktivitas dilakukan dirumah atau daring.
Permasalahan pelaksanaan dalam pembelajaran terutama pembelajaran tematik seperti bahan ajar yang tersedia masih menggunakan pendekatan mata pelajaran sehingga menyulitkan guru memadukan materi sesuai tema, Bahan ajar tematik yg masih kurang sesuai dengan kondisi lingkungan belajar, jadwal yang menggunakan mata pelajaran menyulitkan guru dalam memadukan berbagai mata pelajaran secara luwes. Penggunaan jadwal tema lebih luwes dalam penyampaian pembelajaran tematik, namun memerlukan perencanaan yang matang dalam hal bobot penyajian antar mata pelajaran.
Kemudian kendala yang paling sering terjadi antara lain yaitu keterbatasan SDM, keterbatasan sarana prasarana seperti laptop atau HP yang dimiliki orangtua peserta didik sehingga hal tersebut membuat peserta didik sangat kesulitan dalam mengikuti pembelajaran temarik secara dari. Masalah kedua yang sering muncul yaitu masalah jaringan internet yang sulit, termasuk paket internet yang kurang memadai.
Hal itu sangat berpengaruh pada kelancaran dari daring itu sendiri. Pembelajaran akan efektif apabila jaringan internetnya bagus, dan apabila jaringannya buruk secara otomatis proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasti terhambat. Masalah lain yaitu media pembelajaran yang digunakan para guru dominan monoton, hal itu membuat murid merasa jenuh atau bosan apabila terus menerus mengikuti pembelajaran secara daring.
Guru juga harus diwajibkan mempunyai peralatan yang lengkap untuk melakukan pembelajaran daring ini dan juga guru harus paham mengenai teknologi.
Dan juga dalam penggunaan teknologi yang digunakan untuk pembelajaran tentu tak semua siswa dan guru memiliki teknologi yang memadai terutama di pedalaman atau pedesaan yang notabennya masih jauh dari kegiatan teknologi yang bagus. Internet ataupun jaringan, mengenai jaringan tentu sangat berpengaruh karena kegiatan dilakukan dengan jarak jauh dimana komponen penting nya teknologi baik handphone maupun laptop serta jaringan yang bisa atau memungkinkan terjadinya komunikasi.
Untuk dari segi manfaat dilakukannya pembelajaran jarak jauh (Daring) ini yaitu telah menjejakkan proses pendidikan di tanah air ke arah digitalisasi.
Ditengah pandemi kita harus siap melakukan transformasi pembelajaran bagi siswa dan oleh semua guru. Tentu dengan era ini nantinya akan membangun kreatifitas,mengasah skill siswa,peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem’kemudian cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi.
Oleh penulis :Aprila Nurhidayah, Annisa, Putri Septiani, Regita Putri, Zelvi Sepebrian Dora
Dosen pengampu : Dea Mustika, S. Pd., M. Pd
