CENTRO RIAU Kuansing-Terkait dugaan pemotongan Dana BOP PAUD 5 persen yang di beritakan ke awak media oleh salah seorang Nara sumber yang tidak di sebutkan namanya, hasil klarifikasi awak media dari PPWI KUANSING Dengan KABID PAUD HERNITA tatap muka langsung di kediamannya menyampaikan ke awak media dan mengklarifikasi pemberitaan tersebut.
Hernita menyampaikan “Sangat disayangkan pemberitaan tersebut, karena, sebagai pengelola PAUD yang membentuk karakter anak sejak dini adalah seorang penyebar berita bohong(Fitnah)” ucapkannya 3/02/2021 didepan ketua Persatuan Perwarta Indonesia PPWI kabupaten Kuantan Singingi.
“Mereka menuduh tanpa bukti baik itu tulisan, maupun lisan dari Dinas hanya melempar fitnah, yang katanya meminta jatah 5% dari dana BOP PAUD yang diselipkan dalam kegiatan parenting”tambahnya.
“Kepada Bunda yang menjadi sumber berita ini, kenapa harus bersembunyi tanpa menyebutkan inisialnya, ini tidak mencerminkan seorang guru, melainkan seorang pengecut yang tidak bertanggung jawab,” kata Hernita.
“Saya bisa tuntut anda dalam tuduhan ini…!
Parenting tertuang dalam permendikbud RI no.9 tahun 2021 tentang juknis pengelolaan dana BOP PAUD dan BOP kesetaraan yang dananya berasal dari dana DAK non fisik.” Jelasnya.
“Juknis th 2021 berbeda dengan juknis tahun2 sebelumnya maka kami tim BOP mendatangi di seluruh kecamatan mensosialisasikannya kami tdk ingin teman” membuat proposal tidak sesuai juknis. Semuanya itu kami lakukan sebelum pencairan danaBOP tahap 1, dilakukan pada bulan Juni 2021.” Jelasnya lagi.
“Nah, Pencairan dana dilakukan 2 tahap dengan besaran Rp300.000/siswa setiap tahap
Dana lansung dicairkan darI RKUD ke Rek. Lembaga. Pada sosialisasi kami menyarankan untuk parenting agar dianggarkan min.5%, itupun bagi yg mau.
Mereka harus menggunakan anggaran sesuai dg proposal yg mereka buat dan tidak ada campur tangan kami lagi dalam hal ini. “terangnya
“Kami hanya bisa melihat kegiatan parenting yang mereka lakukan, ada kami yang diundang dan ada yang hanya mengirimkan foto kegiatannya.” Cetusnya kepada media.
“Bagaimana kami bisa meminta dana parenting yg kegiatannya mereka yang lakukan, yang benar sajalah tuduhannya bunda, jangan jangan bunda bunda yang menjadi sumber berita ini hanya membuat SPJ fiktif,” ujanya.
“Carilah cara yang rasional, lampirkan bukti, jangan asal tuduh dan jangan mencemarkan nama baik seseorang karena semua itu bisa berbalik.” Jelasnya lagi.
“Allah maha mendengar, maha melihat dan maha mengetahui,
Aneh, kami menyarankan bulan Juni 2021 sebelum pencairan BOP tahap 1, dan pada tahap 2 kami tdk menyarankan apapun dan mereka semua sudah terima dana BOP tahap 2. beritanya kok sekarang ( akhir Januari 2022).”tambahnya.
“Kemudian seperti yang di beritakan menurut keterangan Narasumber yang mengatakan kaki tangan dari dinas, Saya tidak punya seseorang sebagai tangan kanan, semuanya merupakan tangan kanan saya, baik ketua himpaudi, ketua IGTK, pengelola/kepalaTK dan pendidik se kabupaten Kuantan Singingi,”tutup
HERNITA mengakhiri konferensi persnya.
Sumber berita:
Ketua DPC PPWI Kuansing, Anasrul Mardiansyah.
