Oleh : Risky Erlando, M.Pd.
Jenis tulisan: Opini
CENTRO RIAU Di Indonesia akibat pandemi Covid-19, Banyak hal yang berubah, terutama dari Segi pendidikan, pemindahan ruang kelas ke ruang virtual, di kota-kota besar, seperti Jakarta, telah terbiasa dengan konsep seperti ini dan ada dukungan dari orang tua siswa, serta peran teknologi yang sudah siap menjembatani, tapi ternyata akibat PJJ dilaksanakan terjadi ‘learning Loss’ atau dikenal kehilangan pembelajaran proses keterampilan dan pengetahuan berkurang selama Pandemi Covid. sesuai data yang disampaikan Sekjen Kemendikbud Suharto Sutar. Sejalan dengan itu, saya salahsatu mahasiswa S2 pengembangan pendidikan.
Harus ada penerapan kurikulum darurat dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Saya pengamati pendidikan di Riau, bahwa di Riau ini, masih banyak sekolah-sekolah yang mayoritas diperdesaan berada di kabupaten-kabupaten. Sekolah dikota besar seperti Jakarta saja yang belajar pakai zoom tetap terjadi ‘learning loss’ apalagi kita Yang terhambat oleh Kendala ekonomi dan jaringan data diperdesaan, telah 2 tahun ini tanpa tatap muka. Tanpa pembelajaran virtual zoom hanya ngumpul tugas via WhatsApp dan putar video pembelajaran justru Tantangannya lebih besar. Saya berharap Dinas Pendidikan di Riau dan seluruh bupati di Riau melalui dinas pendidikan, harus mengupayakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan tentunya. Kemudian, learning loss ini harus Kita tangkal bersama perlu peran pemerintah untuk sosialiasi dan kebijakan, peran guru untuk kembali memberikan semangat dan pendalaman materi ke murid serta perlu peran orangtua Yang mengontrol pembelajaran dirumah. Jangan dibiarkan anak keluyuran. Supaya masalah learning loss ini bisa diminimalisir.
