Foto : Musholla di Desa Kompe Berangin, saat gotong royong pengecatan oleh whatsApp group Bapilin Tigo
Centro Riau, Kuansing– Sudah menjadi suatu kewajiban kita sebagai mahluk sosial untuk saling Peduli, berbagi dan budaya gotong royong, untuk sesama kita yang membutuhkan, terlebih lagi jika yang membutuhkan masyarakat dilingkungan kita berdomisili, dari WhatsApp group yang dinamakan “Bapilin Tigo”, berbagi tikar, sajadah,peduli fasilitas umum dan bertindak Gotong royong di dua Musholla Desa Kompe Berangin.
Semua anggota grup tidak menutup mata jika banyak para dermawan atau orang-orang yang bergabung dalam sebuah Group WhatsApp yang sudah banyak berperan menyalurkan bantuan untuk masyarakat dengan berbagai cara yang dilakukan hingga dapat menggalang/mengumpulkan dana untuk menunjang kemajuan Desa atau masyarakat itu sendiri.
Namun ada kalanya di saat-saat tertentu bantuan itu datang seperti hari ini (16/4/2020) di Desa Kompe Berangin, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. karena keterbatasan dana yang mereka miliki, besar kecilnya kontribusi terhadap desa tentu tidak jadi masalah,karena, ada juga sebagian anggota grup pemikirannya , kalau memberikan bantuan itu harus dalam jumlah yang langsung besar.
Padahal kalau diperhatikan segala sesuatu berawal dari yang kecil tidak langsung besar. Demikian juga dengan berbagi untuk peduli fasilitas umum yang membutuhkan gotong royong.
Berbagi dan peduli untuk membantu sesama tidak dinilai dari besar kecilnya tetapi dari niat dan ikhlasnya serta keistiqomahan dalam melakukannya.
“Membantu dengan jumlah yang kecil tapi terus menerus akan lebih baik daripada membantu dalam jumlah besar tapi hanya satu kali.”ungkap Ketua Gruop, Husni Aprien.
Untuk menjaga keistiqomahan dalam berbagi dan peduli bukan hal yang muda, tapi inilah yang mulai dilakukan sebuah group WhatsApp Bapilin Tigo Desa Kompe Berangin, Cerenti.
“Gruop WhatsApp diberi nama (Bapilin Tigo) hampir dua tahun berdiri dan sudah bergerak dalam kegiatan sosial dan sudah rutin menyalurkan bantuan ke beberapa kegiatan sosial di sekitaran Desa Kompe Berangin karena, lokasinya yang memang wilayah perkebunan karet, untuk kedepannya kami akan bantu petani karet yang kurang beruntung di desa Kompe Berangin”. Ujar Epen kepada Centro Riau.
Gerakan berbagi ini yang merupakan ide dari sang Ketua Husni Aprien, dimaksudkan untuk mengajak saudara di perantauan dan yang menetap dikampung agar lebih istiqomah dalam berbagi untuk membantu sesama tanpa merasa minder atau malu karena keterbatasan dana yang mereka miliki.
Epen menambahkan “Gerakan pun sudah mulai meluas, para anggota grup yang notabene berasal dari berbagai profesi sudah mulai bisa mengajak anggota keluarga, teman dan rekan sejawatnya untuk melakukan gerakan berbagi dan peduli, sebagai bukti pula pada semua orang kalau suatu komunitas terbentuk dan dikelola dengan baik sesuai dengan visi, misi dan tujuan dibentuknya, insyaAllah akan dapat memberikan manfaat untuk orang lain”. Tutup Epen Koordinator grup WA Bapilin Tigo.
Reporter : Karta Atmaja.
