
Centro Riau, Pekanbaru– Pengakuan Murid Kelas 4A Sekolah Dasar I67 Pekanbaru, Aurel Bastadola, Tentang Pembelajaran Dalam Jaringan aplikasi whatsApp group (Daring), sejak Maret 2020, Pemerintah Indonesia menerapkan beberapa kebijakan terkait dengan penyebaran wabah COVID-19, seperti mengimbau siswa tidak ke sekolah, dan belajar dari rumah masing-masing.
Aurel Bastadola, murid kelas 4A sekolah dasar 167 Pekanbaru, Riau. Mengatakan kepada Centro Riau ” Lewat pembelajaran dalam jaringan( Daring) ini, tentu tidak seefektif belajar tatap muka di kelas biasanya, sayapun selama ini belum pernah pegang smartphone dan akun WhatsApp, setelah saya di masuk ke WhatsApp Group kelas daring, saya sempat bingung juga, apalagi smartphone milik orang tua saya, yang dipakainya untuk bekerja , terkadang saya telat mengerjakan tugas” ujar anak jurnalis Centro Riau itu, hari ini, (23 April 2020) di rumahnya ,sekira berjarak 100 meter dari SD 167 Pekanbaru.
Karena aplikasi whatsApp yang digunakan kelas 4A ini merupakan salah satu aplikasi yang familiar di kalangan masyarakat Inodnesia, termasuk guru dan murid. Aplikasi ini merupakan aplikasi media sosial yang cukup terkenal. Tentunya syarat utama adalah baik guru maupun murid , keduanya harus memiliki smartphone dan akun whatsApp agar dapat saling berkolaborasi.
Selain itu tentunya harus tersedia paket internet yang mencukupi. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, rencana belajar daringnya pasti gagal.
Pembelajaran daring kelas 4A sudah dibentuk, namun, jumlah murid di kelas tatap muka 40 murid, tapi dalam pembelajaran daring baru ada 25 murid, tidak semua murid bisa terjangkau oleh daring ini, selanjutnya komunikasi dalam grup tersebut dapat dilakukan secara terbuka dan memungkinkan seluruh anggota grup, dalam hal ini peserta didik dan guru untuk saling berdiskusi. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dan penugasan bagi muridnya di kelas daring.
sumber : WhatsApp Group kelas 4A SD 167 Pekanbaru.
