Pelanggan Terkejut melihat Tagihan Listrik Naik
Centro Riau,Batam-Dua hari belakangan ini warga Batam mengeluhkan atas kenaikan Tagihan Listrik dibulan Juni ini,
Pasalnya kenaikan tersebut jauh lebih tinggi di bandingkan dengan tagihan di bulan-bulan sebelumnya.
General Manager Unit Business Services (GM UBS) bright PLN Batam, Fransis Al Zauhari Mengatakan, semua golongan tarif dasar Listrik tidak ada kenaikan pada masa Pandemi Covid-19.
Fransis Al Zauhari menuturkan, menanggapi adanya keluhan sejumlah pelanggan yang mengaku pembayaran listriknya lebih mahal dibandingkan biasanya.
“Saya sampaikan tidak ada kenaikan tarif listrik di masa pandemi ini, bahkan sejak tahun 2017 tidak ada kenaikan,” ujarnya, pada Rabu, 03 Juni 2020.
Menurut Fransis Al Jauhari kenaikan tagihan listrik yang dialami sejumlah pelanggan selama masa pandemi Covid-19 disebabkan beberapa hal.
Salah satunya karena tidak adanya pengecekan meteran pemakaian listrik ke rumah-rumah oleh petugas bright PLN Batam akibat Covid-19 beberapa bulan sebelumnya.
Masih menurut Fransis Al Zauhari, Penyebab lainnya, ada perubahan perilaku pelanggan yang lebih banyak di rumah selama masa Pandemi ditambah umat muslim menjalankan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri mayoritas di rumah saja, tidak melaksanakan tradisi pulang kampung tuturntya.
Fransis Al Jauhari menambahkan, bright PLN Batam tidak bisa menaikkan tarif listrik semena-mena, apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, sungguh tidak Relevan jika tarif Listrik Kami Naikan.
Untuk membantu memutus Rantai penyebaran Covid-19 bright PLN Batam tidak melakukan pembacaan stand kWh meter pelanggan pada akhir bulan Maret dan akhir bulan April, sebagai gantinya pelanggan Mengirimkan foto stand kWh meter secara mandiri ke PLN Batam.
Apabila pelanggan tidak menyampaikan stand pembacaan kWh secara mandiri maka bright PLN Batam akan menghitung berdasarkan pemakaian rata-rata tiga bulan sebelumnya, dimana saat itu kondisi masih normal (sebelum ada pandemi), ujar Fransis Al Jauhari.
Berdasarkan data dari Manbill (manajemen billing) bright PLN Batam, rata – rata pemakaian listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April adalah data pemakaian listrik sebelum kondisi Covid-19 merebak, sehingga pemakaian listrik pada saat itu kemungkinan masih rendah, Sesuai saran dari Ombudsman dan Komisi 3 DPRD Kepri, pada tanggal 27 sampai dengan 31 Mei 2020 kembali dilakukan pembacaan secara manual ke rumah-rumah pelanggan, oleh petugas bright PLN Batam.
Setelah dilakukan pengecekan secara langsung oleh petugas catat meter, pemakain listrik pelanggan yang tidak mengirimkan foto stand kWh meter pada bulan Maret dan April tersebut tidak sesuai dengan realisasi sesungguhnya.
Ia juga Mengatakan, Pelanggan dapat membandingkan angka stand meter yang ada pada info rekening listrik (https://www.plnbatam.com/info-tagihan/) dengan angka stand meter saat ini di rumah pelanggan.
Apabila angka stand meter yang ada di rumah pelanggan lebih besar dari angka di info rekening listrik, maka Tagihan listrik tersebut dapat diyakini sudah benar, Namun sebaliknya jika angka pada stand kWh meter di rumah saat ini masih lebih kecil dari angka pemakaian di info rekening listrik, maka dapat dilakukan diKoreksi sesuai angka stand kWh meter saat ini tutupnya.(Ahy).
