
CENTRO RIAU, PEKANBARU-Pertemuan resmi yang di adakan oleh DPRD Riau Komisi II dengan mengadiri Bupati Kuansing, BPN, Kadis Perkebunan, Tokoh masyarakat Kenegerian Siberakun, perwakilan IKKS Pekanbaru, IPMAKUSI dan Barisan Muda Kuantan Singingi Bersatu (BMKSB), namun, tidak hadir pihak dari PT. DPN.
Nah, dengan ketidak hadiran PT. DPN ini yang membuat BMKSB dan IPMAKUSI semacam kena tampar oleh ayahnya, perih namun tidak bisa membalas.
Seperti yang dikatakan Ketua Umum Barisan Muda Kuantan Singingi Bersatu ” Dengan ketidak hadiran pihak DPN, kami pemuda semacam ditampar Ayah” ujar Edi Candra kepada Centro Riau (13/7/2020) Pekanbaru.
Robby Priatama mengatakan ” Saya siap untuk mengkonsolidasikan organisasi mahasiswa yang terpusat di Pekanbaru untuk aksi besar-besaran demi memperjuangkan usir PT.DPN dan bebaskan lima pejuang ulayat ” Kata tokoh muda Kuansing ini, yang baru usai menyelesaikan sarjana hukum nya.
Karena pertemuan yang cukup tegang tidak hadirnya PT. DPN dalam undangan ini, maka semua yang hadir kecewa, sampai Mardianto Manan mengatakan ” Mangsa kita tidak hadir” ujarnya dalam nada lantang.
Secara terpisah, Edi Candra Ketua Umum BMKSB menambahkan ” Kita harus bersatu, semua masyarakat Kuansing bersatu padu untuk merebut Hak Masyarakat Kenegerian Siberakun, Kami BMKSB siap memperjuangkan di segala lini.
Wiriyanto Aswir mengatakan “Gerakan ini butuh nafas panjang, kita tidak tau kapan para doa istri para pejuang ulayat yang ditahan akan di ijabah, kita hanya meminta kepada seluruh masyarakat Kuansing saling mendoakan, satu keyakinan, kezaliman akan mendapatkan balasan setimpal” Kata pria asal Muara Lembu ini dengan penuh keyakinan.
Kekesalan terlihat juga dari Ketua BMKSB Kuansing ” Kedatangan para tokoh masyarakat dari Kuansing ke Pekanbaru, tidak menawarkan hasil, karena tidak datangnya PT DPN.”Tutup Rahmat Dani.
