Penulis : Fajli Ansyahri pjt
CENTRO RIAU PEKANBARU-Menjelang pesta demokrasi akan berlangsung, terngiang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana dimungkinkan menjadi polemik oleh bakal tiga kandidat pasangan calon siap tempur. Sebelumnya Himpunan lain menang mutlak tanpa perlawanan (aklamasi) namun lain halnya dengan yang satu ini. Disamping itu, ada hal yang menarik lagi.
Telah tergores dalam buku catatan sejarah. Sepengetahuan lamanya berkesinambungan baru kali pertama pada himadana antara laki-laki dengan perempuan bergandeng untuk mengisi jabatan politik di Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.
Periode ini terbukti menjadi kebanggaan bagi kaum wanita yang patut diacungkan jempol. Pemecah rekor kandidat Bupati dan Wakil Bupati Himpunan Mahasiswa Hukum Pidana ’18 bersama Alparando dan Resti Hefriyenni mampu membuat heboh selingkungan Fakultas karena digadang-gadangkan akan membawa revolusi persatuan menuju kebaikan dimasa yang akan datang.
“Ini komitmen kami yang dulunya sempat terpikir bagaimana cara agar menyatukan anak keturunan adam dan anak keturunan kaum hawa sebagai pemimpin dimasa akan datang? Hal itu, dikarenakan secara perioderisasi terus berkompetisi untuk merebut kekuasaan sebagai petinggi selalu laki-laki di Fakultas kini justru kami satukan menjadi suatu sistem satu untuk bersama antara laki-laki dan perempuan”. Ujar Alparando selaku Kandidat Bupati.
Suatu langkah yang sangat tepat dan patut didukung mahasiswa bahkan layak untuk dipilih segera ditetapkan pemenang. Sebab merupakan suatu terobosan bahan rujukan bagi bakal calon sesudahnya di tahun esok.
Pasangan calon ini akan memberikan kontribusi demi memajukan program Fakultas yang telah di wacanakan baik bersifat internal maupun eksternal.
“Atas izin Allah SWT jika kami diberikan kepercayaan, niscaya kami siap meluangkan waktu, tenaga dan pikiran demi menyongsong pergerakan dan akan berkontribusi kepada pihak yang berkepentingan di Fakultas Hukum”. Tambah Resti selaku calon Bupati.
Kemajuan pasangan Alparando & Resti sudah dinantikan teruntuk mahasiswa program kekhususan pidana dan pada mahasiswa lainnya yang telah menggebuh-gebuh karena tidak sabar menunggu program yang telah dirancang oleh pasangan calon ini.
Wakil Bupati HIMATARA, M. Rio Pratama memebenarkan hal tersebut. “Ya, sebenarnya kami telah lama menunggu kapan HIMADANA pemilihan? Karena kami juga ingin bersinergitas dengan Himpunan Mahasiswa Pidana untuk menjalankan program kerja sama dalam hal buka bersama pada bulan suci Ramadhan tahun ini”. Tutup Rio.
