CENTRO RIAU Kuansing-Mahasiswa kukerta Universitas Riau (UNRI) desa Tanjung Medang kecamatan Hulu Kuantan kabupaten Kuantan Singingi melakukan sosialisasi pencegahan stunting pada balita. Hal ini sesuai dengan program kerja yang sudah dirancang oleh mahasiswa kukerta. Sosialisasi stunting di desa Tanjung Medang dilakukan di posyandu Kasih Ibu. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya stunting pada balita di desa tersebut.
“Pengukuran IMT yaitu pengukuran tinggi dan berat badan pada balita, ” Kata Siska Dwi Lestari mahasiswi keperawatan UNRI, Jum’at 16 Juli 2021.
Untuk penimbangan berat badan, kami menggunakan timbangan badan bayi sedangkan untuk pengukuran tinggi badan kami menggunakan meteran. Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan kegiatan imunisasi pada bayi dan balita yang dilakukan oleh bidan desa.
“Sosialisasi stunting sangat penting untuk dilakukan pada balita, masyarakat desa Tanjung Medang yang sangat antusias dan terbantu dalam mengikuti sosialisasi stunting,” Tutup Siska Dwi Lestari.
Kegiatan yang dilakukan ini mengingat tingginya kasus stunting yang ada di kuansing. “Data per Februari 2021, jumlah balita yang alami stunting sebanyak 2.536 orang atau 12,34 persen,” kata Plt Kepala Diskes Kuansing, Jafrinaldi, Jumat (23/07/2021) di Telukkuantan.
Rendi Riandika selaku ketua kukerta desa tanjung medang mengharapkan dengan adanya sosialisasi stunting ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah peningkatan kasus stunting di kabupaten kuantan singingi.
Kegiatan sosialisasi stunting ini didukung penuh oleh bidan desa tanjung medang. “Kegiatan ini sangat bagus dan saya sangat mengapresiasi kegiatan yg dilakukan oleh mahasiswa kukerta unri desa tanjung medang, diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting, ujar bu Dewi.
