Cantro Riau Pekanbaru -Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Peserta didik diharapkan mampu melihat dan menyerap secara utuh berbagai materi ajar dari berbagai mata pelajaran berbeda yang di berikan dalam satu bingkai tema tertentu Pembelajaran tematik pada proses pembelajaran bertujuan untuk mengajarkan peserta didik pada permasalahan di kehidupan nyata nantinya, dimana masalah di dunia nyata terkadang membutuhkan cara pandang yang menyeluruh.
Sejak diimplementasikannya Kurikulum 2013 di Indonesia, telah terjadi perubahan paradigma dalam pendidikan, dari kurikulum yang sentralistik menjadi kurikulum yang desentralistik, termasuk di pendidikan dasar. Perubahan tersebut terjadi pada pembelajaran di kelas awal, yang semula menggunakan pendekatan mata pelajaran menjadi pendekatan tematik. Perubahan ini berpengaruh pada kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik, terutama guru sebagai pelaku pembelajaran.
Kendala penerapan pembelajaran tematik adalah : (1) perencanaan pembelajaran tematik yang memakan waktu dan tenaga yang lebih banyak mulai dari penyusunan matriks tematik,jaring laba-laba,program semester,silabus dan RPP sekaligus dibuat dalam satu semester; (2) tidak berurutan materi yang diajarkan kecuali matematika dalam 1 semester;dan (3) menyiapkan media perlu disesuaikan dengan pemilihan tema.
Urutan langkah yang paling sulit hingga yang paling mudah dalam perencanaan pembelajaran tematik calon guru SD adalah sebagai berikut (1) memetakan SK/KD dan indikator kedalam tema (2) menentukan indikator (3) menentukan tema dan minggu efektif (4) menyusun jaring-jaring tem satu semester (5) menyusun jaring tema per minggu (6) menyusun silabus (7) menyusun jaring tema pertema (8) menyusun penilaian (9) menyusun RPP (10) menyusun jaring-jaring tema perhari dan (11) menyusun bahan ajar.
Pembelajaran tematik dalam penerapannya terbukti masih mengalami banyak hambatan baik dari pihak guru maupun sarana dan prasarana yang terkadang masih kurang memadai. Maka dari itu, beberapa saran sebagai berikut: guru harus memahami betul mengenai konsep pembelajaran tematik, sehingga penerapannya sesuai dengan tuntutan kurikulum, sarana dan prasarana yang meliputi media, alat peraga. Sumber belajar harus dipenuhi atau dilengkapi di setiap jenjang pendidikan. Perlu adanya pelatihan terhadap guru–guru mengenai cara penyusunan RPP, menentukan alat peraga maupun media yang tepat dengan tema yang telah dipilih dari mata pelajaran yang dipadukan, serta guru harus mampu melakukan pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.
Penulis: Aulia Fransiska, Ayu Oktavia Ningsih, Hilya Apradisa Roza, Muhammad zakil Ansor, Salwa Ramadhani.
Dosen pengampu: Dea Mustika, S.Pd.,M.Pd
