Centro Riau Pulau Ingu – Sabtu, 17 Juli 2021, tim Kukerta Balek Kampung Pulau Ingu 2021 periode Juli – September, melakukan kegiatan penempelan poster tentang vaksin di tempat-tempat umum seperti masjid, Sekolah Dasar (SD), kantor kepala desa, Posyandu, mushalla, dan warung-warung yang banyak dikunjungi warga.
Tim Kukerta Pulau Ingu 2021 beranggotakan 10 mahasiswa dari 3 fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Tim Kukerta Pulau Ingu 2021 adalah Dr. Miftah Azrin, Sp.KO. Prioritas program kerja tim Kukerta berkaitan dengan masalah utama yang sedang kita hadapi sekarang, yakni pandemi Covid-19.
Farhan Hadi selaku ketua tim Kukerta Pulau Ingu 2021 meyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat dan meluruskan persepsi negatif masyarakat mengenai pentingnya vaksin Covid-19.
Vaksin adalah sediaan biologis yang meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Hal yang sangat penting untuk diketahui tentang vaksin, yaitu vaksin bukanlah suatu obat sehingga tidak menutup kemungkinan seorang yang telah melakukan vaksin Covid-19 dapat terpapar virus Covid-19.
Akan tetapi, seorang yang telah melakukan vaksin Covid-19 apabila tepapar virus Covid-19, gejala yang ditimbulkan cenderung lebih ringan dan dapat mempercepat tercapainya Herd Imunity (Imunitas Kelompok).
Herd Immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut. Menurut salah satu artikel yang dimuat dalam website kemenkes RI, Herd Imunity akan tercapai apabila 80% populasi telah kebal terhadap suatu virus. Sehingga empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh.
Stigma negatif tentang vaksin yang banyak beredar di masyarakat menimbulkan ketakutan dan penolakan masyarakat untuk melakukan vaksin. Padahal hal tersebut sangat penting dilakukan demi tercapainya Herd Immunity di masyarakat. Jadi, pengetahuan tentang pentingnya vaksin perlu disebarluaskan kepada masyarakat. Pengetahuan yang baik dapat mendorong minat masyarakat untuk bersedia melakukan vaksin demi tercapainya Herd Immunity.
