CENTRORIAU, TANJUNG LEBAN – Masa pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak masyarakat ternyata dapat diisi dengan kegiatan produktif. Dosen Prodi Budidaya Perairan Faperta Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Hasby, S.Pi, M.Si bersama sejumlah dosen lain dan mahasiswa mengajak puluhan warga Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksemana di Kabupaten Bengkalis memanfaatkan waktu dengan kegiatan Pemanfaatan Peluang Bisnis dengan Teknologi Aquaponik Berskala Rumah Tangga di Masa Pandemi.
Tim dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian masyarakat Selasa (30/11) bersama Hasby selaku Ketua Tim tersebut adalah Ir. T. Iskandar Johan, M.Si, Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom, Yoga Putra Aldino dan Suhaimi.Kepala Desa H. Atin bersama beberapa kepala dusun dan RT serta RW setempat menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat dari UIR tersebut. H. Atim menjelaskan Desa,Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksemanaterdiri atas tiga dusun yakni Dusun Bakti Dusun Sei Raja dan Bukit Lengkung. Luas desa adalah 2.016 km2 dengan jumlah penduduk 900 KK atau 2.500 jiwa. Desa ini berjarak sekitar 60 km ke Sei Pakning atau49 km dari Dumai. Prasarana jalan ke desa ini dapat ditempuh dengan mudah melalui jalan beton Dumai Pakning yang dibangun sejak tahun 1992.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa kami dalam membuka wawasan dan menciptakan peluang usaha dalam menambah penghasilan,” ujar Kades Atim.Muhammad Hasby
Selama pemaparannya dalam Pelatihan Teknologi Budidaya Ikan Sistem Aquaponik tersebut menjelaskan efisiensi pemanfaatan air untuk budidaya ikan secara aquaponik ini sangat menguntungkan, karena dapatmengurangi penggunaan air dalam memelihara ikan.
Hasby selanjutnya mengemukakan aplikasi akuaponik dapat memecahkan permasalahan terbatasnya lahan. Secara teknis, sistem aquaponik mampu meningkatkan kapasitas produksi pembudidaya ikan. Pada sistem ini, dapat dihasilkan dua komoditas yakni sayuran dan ikan. Budidaya sayuran, secara langsung akan didukung oleh sistem budidaya ikan yang menghasilkan sisa pakan dan kotoran yang mengandung unsur hara konsentrasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman di atasnya.
Sementara T Iskandar Johan menambahkan, media tanaman yang berada di atas kolam ikan dapat menyaring air dan mempertahankan kualitas air yang berada di bawahnya.”Dengan demikian, kualitas air kolam akan tetap baik, bebas dari sisa pakan dan kotoran ikan, sehingga akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik,” kata Iskandar.
Sedangkan, Fakhrunnas MA Jabbar menjelaskan, teknologi aquaponik merupakan gabungan teknologi akuakultur dengan teknologi hidroponik dalam satu sistem untuk mengoptimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIR dan didukung oleh Dekan Faperta UIR, Dr. Ir. Siti Zahrah. (rls)
