CENTRO RIAU Teluk Kuatan – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana desa yang sedang ditangani Polres Kuansing diapresiasi banyak pihak.
Dukungan terus mengalir, kali ini dukungan dari Rendi Afri, aktivis mahasiswa asal Kuansing yang pernah menjabat Bupati Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbandingan Madzhab (HMPS-PM), UIN Suska Riau periode 2021-2022.
“Kita dukung sepenuhnya perkara yang tengah di selidiki Polres terhadap para kades-kades yang diduga bermasalah dalam penggunaan dana desa, ini catatan bagus untuk kinerja Polres Kuansing,” kata Rendi kepada Centro Riau, Jum’at (24/6).
Rendi juga menyebut selama ini masyarakat sedikit takut-takut melaporkan dugaan korupsi dana desa.
“Dengan penyelidikin Polres yang di ekspos ke media kemaren, selanjutnya masyarakat pasti akan banyak yang berani mengadukan atau konsultasi dengan Kasatres terkait korupsi dana desa, untuk kebaikan Kuansing kita sepenuhnya mendukung,” terang Rendi.
Sehari sebelumnya, Kanit Tipikor Polres Kuansing menyatakan di salah satu media online bahwa institusinya tengah menyelidiki masalah dana desa di beberapa desa di Kuansing.
“Iya, memang ada beberapa kasus dana desa yang sedang lidik. Tapi, secara rinci belum bisa saya sampaikan ke rekan media. Nanti kalau sudah ada tersangka silahkan di publish,” ujar Kanit Tipikor Polres Kuansing, Iptu Riduan kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).
Dikatakannya, pemberantasan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan desa menjadi perhatian serius Polres Kuansing.
“Kita tidak main-main dalam penindakan korupsi. Maka dari itu, kita imbau pengelola desa dalam pemanfaatan dana desa, agar sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.
