CENTRO RIAU TELUKKUANTAN – Pacujalur merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, yang sudah ada sejak satu abad lebih hingga kini masih dilestarikan. Karena tujuan Pacujalur pada hakikatnya adalah sebagai wadah pemersatu masyarakat desa yang ada di Kuansing.
Tradisi yang setiap tahun diadakan oleh masyarakat Kuansing itu biasanya digelar pada hari-hari besar, seperti HUT RI bulan Agustus di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Tidak sedikit masyarakat yang hadir pada saat perhelatan Pacujalur di Kuansing, mulai dari Kecamatan Hulu Kuantan, sampai ke Cerenti, hingga Kabupaten tetangga Indragiri Hulu (INHU) yang selalu ikut berpartisipasi setiap tahunnya.
Tradisi yang seharusnya dilestarikan, kini malah agak tercoreng oleh segelintir orang dengan perbuatan yang tidak terpuji di Tepian H Sayidina Ali, Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, dan sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan awal diadakannya Pacujalur tersebut sebagai wadah pemersatu.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang masyarakat Kuansing, Reza AR di perantauan Bandung kepada Centroriau.com Sabtu (6/8/2022). Ia mengaku tidak pernah melewatkan hilir demi hilir jalannya Pacujalur di setiap gelanggang via Live streaming Informasi Pacu Jalur Kuantan Singingi (IPJKS).
Ia sangat menyayangkan sikap sekelompok orang yang ingin merusak nilai-nilai budaya dan norma adat istiadat masyarakat Kuansing yang selama ini dikenal sebagai masyarakat yang Madani. Karena, adat istiadat kita di Kuansing masih kental.
“Seharusnya pertikaian antara sesama atlit pacuan itu tidak menggambarkan tradisi kita sebagai wadah pemersatu. Perbuatan seperti itu mencerminkan sikap yang tidak terpuji dan sudah tidak sesuai dengan tujuan awal nenek moyang kita untuk mengadakan Pacujalur tersebut,” ujar Reza
Reza AR yang merupakan pemuda asal Lubuk Jambi itu berharap, kedepan tidak ada lagi kejadian yang serupa terjadi di Rayon II Baserah, maupun di Event nasional di Tepian Narosa Teluk Kuantan yang digelar pada 21-25 Agustus mendatang.
“Cukup pertikaian ini terjadi di Rayon I, jangan sampai terjadi lagi di rayon II Baserah maupun di event nasional tepian Narosa Teluk Kuantan,” ulas Reza
Tidak hanya itu, Reza AR juga mengingatkan segenap panitia pelaksana supaya fokus menata kegiatan Pacujalur sebaik mungkin. Jangan ada embel-embel lain yang terselubung.
“Panitia harus fokus pada pelaksanaan Pacujalur, agar Pacujalur ini sukses dilaksanakan. Jangan ada embel-embel lain,” pungkas Reza.
“70 orang personil dari Polres Kuansing siap mengamankan pacu jalur ini, tentu kita berharap kedepannya kondusif dan jangan ada kata provokasi dari penonton untuk atlit yang berpacu, tetap jadi suporter selalu membagi semangat kepada para atlit,”kata Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Ferry M. Fadillah, SH.
Ketua Pelaksana Pacu Jalur Rayon 1, Azrori Analke Apas, mengatakan,”Kita panitia sdh mendamaikan kedua belah pihak dan sudah ada perjanjian yg disepakati n ditanda tangani bersama,”tulisnya kepada CENTRO tanpa diedit.
