Muspidauan: Luruskan Niat, Jadilah Wakil Rakyat untuk Sejahterakan Rakyat
centroriau,TUAHMADANI – Ikut mengawal langkah dan mendoakan, serta sebagai bentuk rasa syukur, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tuahmadani menaja helat ‘Tepuk Tepung Tawar’ bagi para calon anggota legislatif (Caleg) yang akan maju ke DPRD Pekanbaru pada Pemilu 2024.
Upacara adat Melayu ini, dilaksanakan di Balai Adat sementara LAMR Tuahmadani, Ahad pagi (30/7/2023). Sebanyak 8 orang Caleg hadir dan mengikuti prosesi adat tersebut. Para tamu undangan dan rombongan disambut dengan kompang dan silat.
“Kami sudah berusaha menghubungi semua Caleg dari Kecamatan Tuahmadani ini. Dari sekian banyak yang dihubungi dan direkom oleh Forum RT/RT kelurahan, inilah dia, 8 orang ini yang hadir,” kata Ketua LAMR Kecamatan Tuahmadani Datuk Martias Mas Arekan.
Adapun ke-8 Caleg tersebut, adalah sebagai berikut;
1. Khairul Amri (Golkar)
2. Abu Bakar (PKB)
3. Abu Zaren (PPP)
4. Reza (Demokrat)
5. Kilwan Malwin (PPP)
6. Darwinsyah (Golkar)
7. Abraria (Nasdem)
8. Heri Budiono (PKS)

Dari kiri: Abraria, Heri Budiono, Reza, Darwinsyah, Abu Zaren, Abu Bakar, Khairul Amri, dan Kilwan Malwin.
Dijelaskan Martias, upacara Tepuk Tepung Tawar ini tujuannya mulia. Seluruh Caleg didoakan duduk sebagai Anggota DPRD Pekanbaru. Agar nanti ketika sudah duduk, terus memperjuangkan kepentingan masyarakat. Supaya semuanya istiqomah. Jadi, dia sangat menyayangkan ada Caleg yang tidak mau ikut bersama.
“Saya tak paham juga. Kenapa pula ada Caleg yang tak mau ikut. Kita ni tinggal di bumi Melayu. Tapi, upacara adat seperti ini tak mau diikuti. Kita Melayu ini tak ada membeda-bedakan. Asal dia Islam, apa pun sukunya, semua Melayu. Karena falsafah Melayu: dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,” tegas Martias, disambut tepuk tangan hadirin.
Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Muspidauan dan Sekretaris Datuk Bambang (Datuk Beng) turut hadir. Para Ketua LAMR Kecamatan se Kota Pekanbaru pun ikut hadir bersama. Ketua Forum RT/RW se Tuahmadani pun ikut memberikan doa.
Pada sambutannya, Datuk Seri Muspidauan mengapresiasi langkah dari LAMR Tuahmadani. Sebab menurut dia, para Caleg ini sebelum duduk harus didoakan bersama. Supaya mereka juga meluruskan niatnya menjadi anggota DPRD. Diharapkan, setelah duduk nanti terus berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
“Banyak yang bisa dilakukan oleh anggota DPRD ini. Kalau saja mau berjuang untuk rakyat, banyak peluang. Anggaran untuk masyarakat itu banyak. Tinggal lagi kemauan dan niat hati. Makanya bicaralah dengan hati. Kalau sudah jadi anggota dewan nanti, jangan lupa dengan masyarakat,” kata Muspidauan mengingatkan.
Dia pun mengimbau, kepada seluruh LAMR Kecamatan se Kota Pekanbaru, untuk menghelat acara yang sama. Apa yang dilakukan oleh LAMR Tuahmadani ini, jadi contoh. Segera buat di LAMR Kecamatan se Kota Pekanbaru. Segera atur jadwal, agar nanti semua caleg di DPRD itu adalah orang yang bisa berjuang bersama-sama LAMR Kota Pekanbaru.
Ke delapan Caleg yang hadir, saat prosesi tepuk tepung tawar diminta untuk duduk di depan. Secara bergantian Ketua DPH LAMR, Sekretaris, pengurus, Ketua LAMR Kecamatan dan tamu yang hadir menepu tepung tawar bagi semua Caleg ini. Nampak semua caleg sangat terharu dan berterima kasih kepada LAMR Kecamatan Tuahmadani. (Km1/irg)

Tradisi ‘Tepuk Tepung Tawar’
Untuk diketahui: Tradisi tepuk tepung tawar menjadi agenda penting bagi masyarakat Melayu di Riau. Tradisi itu masih ada dan dilestarikan sebagai wujud syukur dari raja-raja terdahulu.
Untuk orang Melayu, tradisi tepung tawar adalah ‘wajib’. Terutama saat acara pernikahan, khitanan, aqiqah, pengukuhan adat, naik haji hingga menempati rumah baru dan helat tasyakuran lainnya.
“Tepuk Tepung Tawar itu maknanya adalah memberikan doa selamat. Ini untuk semua, apakah pengantin Melayu, khitan atau juga acara adat,” terang Mak Andam, Yusnizam salah seorang tokoh Melayu di Indonesia.
Prosesi tepuk tepung tawar sendiri dilakukan dengan mengambil daun untuk percikan. Daun itu diikat dan dicelupkan ke bahan-bahan yang sudah disiapkan untuk dipercikkan ke tangan yang ditepung tawari.
Selanjutnya orang yang melakukan tepuk tepung tawar mengambil beras kunyit, beras putih, beras bertih dan bunga rampai untuk ditaburkan pada orang yang sedang menjalani prosesi adat sambil membaca solawat Nabi Muhammad SAW.
Setelah selesai, penepuk tepung tawar mengatur sembah dengan mengangkat tangan. (berbagai sumber/int)
