
Foto. DR. Zulfikri Toguan, SH.MH
Centro Riau, Pekanbaru – Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pasaman (PILKADA), Provinsi Sumatera Barat, masih berlangsung sekitar satu tahun lagi, namun meski masih lama, riak-riaknya sudah mulai terlihat.
Menyikapi hal tersebut, Tokoh Riau Asal Pasaman, yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman-Pasaman Barat (IKPPBR) Provinsi Riau, DR. Zulfikri Toguan, SH. MH kepada Centro Riau, Jumat, 13 Oktober 2023 di Pekanbaru mengatakan, siapa pun yang akan menjadi bupati kedepan, maka harus diingat bahwa Membangun Pasaman perlu sinergi Pemda dengan Perantau, Potensi SDM Pasaman dari rantau belum dimanfaatkan Pemda secara maksimal baru tahap seremonial saja, misalnya dengan hanya memenuhi undangan peresmian perantau seperti perantau dari; Jakarta, Pekanbaru, Batam, Palembang, Medan, Malaysia, dll
” Untuk merangkul potensi itu perlunya pemimpin yang rendah hati, mempunyai visa bisnis dan punya link yg baik dengan daerah lain”, ujar Zulfikri.
Dijelaskannya, Sifat rendah hati, bisa dilakukan dengan mengundang secara tertulis kepada orangnya langsung ditandatangani Bupati, seehingga membuat hati perantau datang memenuhi undangan musyawarah besar di Lubuk Sikaping, menjamu perantau dengan makan bersama di lubuk sikaping dengan potong kerbau merupakan sarana efektif membuka wacana membangun Pasaman.
” Visioner dibilang bisnis, seorang bupati perlu membuat usulan project bisnis yang akan digarap dalam pertemuan dengan perantau kemampuan ini dapat dilihat waktu pemaparan potensi bisnis yang akan diajukan kepada perantau, komplikasi isi paparan untuk kelayakan usaha membuat perantau berminat mengerjakannya sebagai investor.”, tegas Zulfikri
Mempunyai link yang kuat, seorang bupati harus mempunyai jaringan ke pemerintah pusat secara personal bukan formal, sehingga pengajuan project ke pusat melalui departemen terkait sangat tepat daripada kedekatan formal, kemudian link ke investor salah satu peluang untuk menarik investor ke Pasaman., Semoga ini bisa terlaksana, tutup zulfikri…(zal)
