CENTRO RIAU TELUK KUANTAN————–
_—Rencana Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, menggelar Rapat Rawan Bencana Banjir dan Bencana Alam lainnya serta Rapat Relokasi TPS Rawan. Namun! Rapat urgent yang dipimpin oleh Sekda dr. Fahdiansyah, batal setelah datang segerombolan orang yang mengaku dari tim Paslon AYO dan tim HS untuk Pilkada Kuansing 2024.
Puluhan massa yang mengaku tergabung dari dua tim Paslon Pilkada itu, datang menggunakan atribut lengkap ke Kantor Bupati Kuansing, pada saat rapat akan dimulai beberapa menit, massa mendesak rapat segera dihentikan dengan alasan menduga-duga.
Sekda kabupaten Kuantan Singingi, dr. Fahdiansyah menjelaskan,”Rapat ini urgent untuk menyukseskan Pemilu 2024, antisipasi banjir, serta antisipasi relokasi TPS yang rawan banjir,” kata Sekda dr. Fahdiansyah yang berciri khas selalu memakai kacamata itu.
” Alhamdulillah, setelah kita jelaskan dengan perwakilan massa, dan didampingi Pak! Kapolres Kuansing .AKBP Pangucap Priyo Soegito, S.I.K, MH, akhirnya massa dapat di bubarkan”Ucap dr.Ukup, sapaan akrab Sekda Kuansing yang wajahnya agak mirip Passa Ungu, itu.
Untuk kita ketahui bersama, masih kata dr. Ukup, TPS yang rawat bencana itu menjadi atensi Kapolda Riau, karena! ada 30 Desa di Kuansing yang rawan bencana alam. Itulah sebabnya, kita panggil para Kadesnya dan Camatnya, untuk diantisipasi/diwaspadai lebih awal, jelas dr. Ukup dengan raut wajah putih kemerahan-merahan, seperti seseorang menahan amarahnya.
Selain Sekda, dr Fahdiansyah yang hadir terlihat juga mendampingi Kadis Sosial PMD, Endriansyah, Kepala Inspektorat, Andi Zulfikri dan Kepala BKPP, Mardansyah, Kalaksa BPBD, Kasatpol PP.
“Rapat langsung dihentikan akibat massa minta dibubarkan, mereka terlihat berkerumunan di luar Kantor. Sangat berpotensi konflik semakin besar, maka rapat dibubarkan,”Ucap Kasatpol-PP Kuansing, Rio Kasyterwandra, S. Sos., MM , Ahad, 24 November 2024.
Oleh karena kejadian itu, kekecewaan tidak hanya datang dari Pemda Kuansing dan masyarakat Kuansing. Namun, ada pihak-pihak pengamat vidio peristiwa tersebut menilai bahwa, “masih ada ya cara beginian demokrasi di Kuansing? semacam premanisme aja tuh!.”Ucap MT sambil menggelengkan kepalanya menonton video pembubaran rapat oleh kedua tim tersebut.
Editor::Krt
