centroriau.id,PEKANBARU – Sebuah pepatah lama mengatakan, “Rindu takkan hilang jika pertemuan tertunda.” Kalimat ini seolah menjadi pembuka yang tepat bagi Ikatan Pelajar Keluarga Simandolak (IPKS) Kota Pekanbaru, yang akhirnya berhasil mewujudkan agenda wisata kebersamaan ke Tanah Minang, Sumatera Barat, pada 11-12 Juli 2026.
Setelah sekian lama direncanakan dan sempat tertunda oleh berbagai kesibukan, momen ini akhirnya terlaksana berkat soliditas dan dukungan penuh dari seluruh anggota.
Perjalanan dimulai dengan suasana pagi yang segar. Titik kumpul ditetapkan di Sekretariat IPKS Kota Pekanbaru, namun dengan sentuhan khas keramahan lokal, para peserta disambut di Kedai Kopi Kuantan. Tempat ini bukan sekadar titik berangkat, melainkan simbol persaudaraan, mengingat pemilik kedai tersebut juga merupakan anggota aktif IPKS, menandai dimulainya petualangan dua hari satu malam ini.
Dalam sambutannya, H. Bastian, Ketua IPKS Kota Pekanbaru, menyampaikan rasa syukur dan bangga.
“Tour ini adalah buah dari kekompakan kita. Seringkali rencana besar terhambat waktu, namun kali ini, karena saling mendukung, kita bisa melangkah bersama,” ujarnya dengan nada haru.
Pesan H. Bastian menekankan bahwa esensi utama perjalanan ini bukanlah destinasi, melainkan menguatkan ikatan silaturahmi antar anggota.
Euforia Game dan Tarian Tradisi
Sepanjang perjalanan, bus yang dinaungi tidak terasa sempit berkat kreativitas tim acara. Miswanto, Wakil Sekretaris IPKS, tampil sebagai master of ceremony yang piawai memandu rangkaian games. Energinya yang tinggi berhasil memecah kebekuan, menciptakan suasana begitu cair hingga beberapa peserta terlihat “lupa diri” saking serunya bermain. Puncak kelucuan terjadi ketika euforia permainan membuat aksesoris kepala seperti jilbab beberapa ibu-ibu hampir terlepas—sebuah momen spontan yang justru menambah kehangatan dan cerita lucu yang akan dikenang lama.
Nuansa budaya semakin kental ketika alunan musik tradisional mengalun. Para peserta, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, turut serta dalam irama Joget Randai Kuansing dengan lagu “Sayang Den Du…”. Gerakan-gerakan luwes dan riang itu menjadi bukti bahwa seni tradisi masih mampu menyatukan hati di tengah kesibukan modern.
‘KUIS Sejarah dan Bahasa Lokal
Tidak hanya fisik yang diajak bergerak, intelektualitas pun diasah melalui sesi kuis interaktif yang dipimpin oleh Mr. Tojo. Dengan tema “Menelusuri Jejak Simandolak hingga Kearifan Lokal”, Mr. Tojo membawa peserta menyelami sejarah sekaligus menguji pemahaman tentang bahasa sehari-hari masyarakat setempat.
Pertanyaan-pertanyaan unik seperti “Apa itu Bagoran?”, “Tagiliang?”, hingga istilah “Kadalaman Air?” memancing gelak tawa sekaligus diskusi serius.
Terungkap fakta menarik bahwa banyak dari ibu-ibu peserta ternyata pernah mengalami atau memahami makna “Kadalaman Air” sebuah istilah yang memicu nostalgia dan cerita personal yang hangat. Hadiah-hadiah menarik yang disiapkan oleh tim tour yang dikomandoi oleh Kak Sri Lestari (yang akrab disapa Upik) semakin memeriahkan kompetisi sehat ini.
Pulang Membawa Kenangan: Pacu Jalur dan Saweran Apresiasi
Perjalanan pulang dari Sumbar ke Pekanbaru tidak diisi dengan keheningan tidur, melainkan kemeriahan lain. Di dalam bus, digelar Nonton Bareng (Nobar) Live streaming Pacu Jalur Tradisional dari Kecamatan Benai. Deru dayung dan sorak-sorai penonton di layar seakan terbawa ke dalam bus, membangkitkan semangat kebanggaan terhadap budaya Melayu-Riau.
Suasana semakin hidup dengan kehadiran biduan-biduan lokal dari kalangan IPKS sendiri. Suara merdu mereka menghibur kelelahan perjalanan, hingga tak jarang para penumpang memberikan “saweran” sebagai bentuk apresiasi tulus atas hiburan yang diberikan. Ini bukan sekadar transaksi, melainkan simbol rasa terima kasih dan kebersamaan yang tulus.
Tour Kebersamaan IPKS Kota Pekanbaru ke Sumbar ini telah membuktikan bahwa organisasi bukan hanya tentang rapat dan struktur, tetapi tentang manusia-manusia yang saling menghangatkan hati. Dengan suksesnya acara ini, IPKS kota Pekanbaru siap menghadapi tantangan dengan senyuman dan solidaritas yang lebih erat . (MR)
