CENTRO RIAU OPINI -Pentingnya Peranan Keluarga, Guru dan Sekolah dalam Menunjang Kelancaran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada sekolah inklusi. Sebagai hak dasar manusia, pendidikan sudah seharusnya dimiliki setiap orang.
Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), yaitu! mereka yang mempunyai keterbatasan fisik, psikis atau intelektual sehingga memerlukan bantuan khusus dalam pembelajaran agar mampu mengembangkan potensi secara optimal.
Salah satu bentuk pelayanan guna pemerataan dan perwujudan pendidikan tanpa diskriminasi yaitu sekolah inklusi, dimana anak berkebutuhan khusus dari tingkat rendah sampai tingkat sedang dapat memperoleh pendidikan yang sama bersama teman-teman seusianya pada umumnya.
Namun pada kenyataannya, penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia masih belum sesuai dengan konsep yang dikemukakan berdasarkan pedoman penyelenggaraan, baik dari siswa, kualifikasi guru, sarana prasarana, dukungan orang tua, serta masyarakat.
Seperti pada kasus sekolah yang menerima anak tuna daksa dimana anak tersebut mengalami kecacatan pada kemampuannya unuk berjalan sehingga anak tersebut menggunakan tongkat atau kursi roda ntuk membantunya berjaan.
Lingkungan sekolah sewajarnya dibuatkan akses jalan yang dikhususkan agar dapat dilalui oleh kursi roda atau membuat area pegangan yang dipasang di sepanjang dinding untuk membantu peserta didik tuna daksa dalam berjalan. Namun nyatanya pada beberapa sekolah yang ditemui, penyelenggara hanya membuat akses kursi roda namun tidak menyediakan pegangan di dinding padahal keduanya sangat diperlukan guna melatih otot peserta didik yang memiliki riwayat ringan maupun sedang dan memungkinkan mereka dapat berjalan dengan lancar.
Hal ini terjadi bisa saja terjadi karena pihak penyelenggara tidak mampu menyediakan sarana prasarana tersebut dengan alasan kekurangan biaya atau bisa jadi lebih memilih menggunakan biaya tersebut untuk kebutuhan lain yang menurut mereka lebih penting. Untuk itu, perlu adanya penekanan dari berbagai pihak bahwa pendidikan inklusi akan berjalan dengan adanya kerja sama dari seluruh pihak yang bersangkutan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Dalam peranannya, guru pada saat kegiatan belajar mengajar di kelas seharusnya mengetahui suatu latar belakang atau masalah yang menjadi kendala seorang anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian guru dapat mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan yang dapat menunjang pendidikan siswanya di dalam kelas. Hal ini juga diperlukan dengan adanya kerja sama dari pihak keluarga melalui pengarahan kepada para guru dari segi sumber pengetahuan identitas diri ABK sementara pihak keluarga juga yang paling memahami anaknya sendiri sehingga dapat membantu dalam penentuan jenis layanan yang seharusnya diterima oleh anak berkebutuhan khusus tersebut.
Jika guru sudah memiliki pengetahuannya yang dalam tentang anak berkebutuhan khusus, tinggal bagaimana pihak sekolah dapat melakukan pengembangan pengetahuan melalui pelatihan bersama para ahli seperti psikolog maupun psikiater dan lain-lainnya juga menyediakan sarana dan prasarana serta kebutuhan lainnya yang dperlukan oleh seoranganak berkebutuhan khusus.
Masyarakat sudah seharusnya mengetahui perannya salah satunya dengan cara memberikan pendapat mengenai program pengembangan sekolah atau bisa juga dengan memberikan sumbangan baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Dengan adanya peran masyarakat dalam pemberian sokongan tersebut, spihak penyelenggara lainnya dapat bekerja sama demi membantu kelancaran ABK dalam menjalani pendidikan di sekolah inklusi.
Dalam rangka mewujudkan pendidikan inklusi yang berkualitas, diperlukan peran aktif dari seluruh pihak yang terlibat, yaitu keluarga, guru, dan sekolah. Dengan adanya kerja sama yang baik antara ketiga pihak ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dan mewujudkan pendidikan yang inklusif tanpa diskriminasi.
Nama Anggota:
- Anggi Sulistiawati (216910357)
- Vina Yunita (216910403)
- Maizura (216910160)
- Reka Miftahul Hayati (216910343)
- Siti Alvia (216910160)
Mata Kuliah: Pendidikan Inklusi
Dosen Pengampu: Dea Mustika, S.Pd, M.Pd
Laporan: Reka Miftahul Hayati
