Centro Riau, Meranti – Berbagai cara dilakukan guna memeriahkan Hari Jadi Kepulauan Meranti ke-15 tahun 2023. Seperti yang dilakukan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kepulauan Meranti. Sebagai bentuk berbagi kegembiraan bersama.masyarakat, Disporapar menggelar sejumlah permainan rakyat, yang di laksanakan, di beberapa kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti.
Festival Memancing yang di gelar di Pantai Dorak Selatpanjang, menjadi pembuka kegiatan yang digelar Disporapar Meranti.
“Hari ini ada dua kegiatan yang kita laksanakan, selain Festival memancing, nanti siang kita buka Festival Band di di Bantar.” terang Kepala Disporapar Meranti, Ery Suhairi. Selasa (25/12/23).

Foto : PLT. Bupati Meranti, Asmar saat membuka lomba Kicau Burung
Festival memancing itu terbuka untuk umum, tanpa biaya pendaftaran, sehingga masyarakat yang hobi memancing bisa menikmati hobinya, sambik berkesempatan, memperebutkan hadiah uang tunai yang telah disiapkan.
Tak hanya sampai disitu, kemeriahan kembali dilanjutkan dengan menggelar Festival Musik bertajuk, Meranti Band Fest 2023. Bertempat di Taman Cik Puan, Selatpanjang, Rabu (28/12/23) festival band itu dibuka langsung, PLT. Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar.
“Melalui kesempatan positif seperti ini, diharapkan anak anak muda, dapat menjauhkan diri dari hal-hal negatif seperti narkoba, serta mampu menunjukkan kreasinya dalam bermusik,” sebut Plt. Bupati Asmar.
Kembali digelarnya festival band itu bukan tanpa alasan. Sejak dulu kegiatan bermusik terutama di kota Selatpanjang sangat digandrungi kalangan anak muda. Banyak band-band bermunculan, terutama saat digelarnya festival band. Lewat kegiatan positif tersebut diharapkan generasi muda Meranti, bisa melakukan hal positif sehingga terhindar dari penyalahgunaan narkotika dan kenakalan remaja lainnya. Asmar juga berharap lewat kegiatan tersebut, mampu menggali potensi dan jiwa seni anak-anak muda di Kepulauan Meranti.
“Kepada seluruh peserta yang akan tampil, dapat menunjukkan penampilan terbaik, tampillah dengan bakat dan kemampuan terbaik, tunjukkan hasil latihan terbaik selama ini,” ujarnya.

Foto. Pembukaan Festival Layang Wau, oleh PLT. Bupati Meranti, Asmar
Tak hanya sampai disitu, kemeriahan kembali dilanjutkan dengan menggelar dua kegiatan berbeda yakni Lomba Kicau Burung di Taman Cik Puan serta Festival Layang Wau, di Lapangan Gelora Selatpanjang. Jumat, (29/12/2023). Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat. Permainan rakyat itu sengaja di bangkitkan kembali agar tidak lekang termakan usia karena menjadi jati diri masyarakat Kepulauan Meranti.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian memeriahkan hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti Ke-15, yang juga diinisiasi oleh Disporapar Kepulauan Meranti, untuk dua kategori, yakni dewasa dan anak-anak, dengan total hadiah mencapai 18 juta rupiah.
Plt l. Bupati Asmar menyebut, kegiatan ini adalah bentuk positif dalam melestarikan minat, bakat, sekaligus budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Kegiatan ini akan menjadi daya tarik
tersendiri dalam bidang olahraga tradisional yang banyak ragamnya. Saat ini olahraga tradisional mulai luntur tergerus zaman, keberadaan dan prestasinya karena generasi muda kurang mengenal olahraga tersebut,” ujar Asmar saat meresmikan Festival Layang Wau.

Foto : Lomba Sampan Layar, di Desa Bandul, Kec. Tasik Putri Puyu
Dia menambahkan, minimnya jumlah praktisi di bidang olahraga tradisional membuat kurangnya informasi tentang olahraga tersebut. Selain itu kata tradisional membuat masyarakat mengartikannya sebagai hal yang kuno dan dianggap tidak keren.
“Untuk itu, saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan, selain untuk menjaga kelestarian, memperkenalkan olahraga ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi bagi para penggiat olahraga tradisional guna meningkatkan, persatuan dalam membangun negeri dan mengangkat kekayaan olahraga daerah yang dapat menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi daerah,” terangnya.
Permainan rakyat lainnya yang tidak kalah menarik, yakni Perlombaan Sampan Layar dilaksanakan, di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti,.Sabtu (30/12/23). Tak tanggung-tanggung perlombaan yang menjadi icon masyarakat pesisir Riau itu, akan diikuti oleh 3 Kabupaten di Riau, yakni, Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Siak.
Dihari berbeda juga digelar perlombaan yang sama, yakni di desa Alai, kecamatan tebing tinggi Barat, Kepulauan Meranti. Minggu (31/12/23). Lomba sampan layar yang ditaja oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kepulauan Meranti ini diikuti 17 kelompok peserta dari berbagai desa di Kepulauan Meranti. Iven tersebut merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah kabupaten dalam menjaga khazanah budaya melayu pesisir. Tujuannya, mengajak generasi muda dalam melestarikan budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan globalisasi.
“Tidak hanya menjadi objek wisata saja, tetapi untuk memelihara dan mewariskan permainan tradisional budaya bangsa yang kita cintai di Kepulauan Meranti ini,” terang Asmar.
Dari berbagai perlombaan permainan rakyat yang digelar sempena HUT Kepulauan Meranti ke-15 tersebut, tujuannya tidak lain untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum, baik sampan layar, maupun sejumlah permainan lainnya, merupakan olahraga yang dilestarikan, agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kepulauan Meranti Ery Suhairi menyebutkan selain memeriahkan hari jadi kabupaten ke-15, kegiatan perlombaan permainan rakyat digelar sebagai ajang promosi kearifan lokal masyarakat Kepulauan Meranti.
“Selain untuk mengembangkan daya tarik wisata, lomba ini juga untuk mewadahi hobi masyarakat kita di wilayah pesisir,” jelasnya.
(uya).
