Reportase
Kampar, Riau – Sabtu dini hari, 12 September 2026, jam baru menunjukkan pukul 03.00 WIB. Tanpa firasat apa pun, personel tim sibuk mempersiapkan barang logistik bantuan untuk dimuat ke kendaraan. Tiga puluh menit berselang, kendaraan mulai bergerak pelan menem
bus kegelapan malam.
Perjalanan darat ditempuh selama 3 jam hingga tim tiba di Pelabuhan Desa Gema.
Pukul 07.00 WIB, perjalanan dilanjutkan melalui jalur sungai menggunakan perahu. Tantangan langsung menghadang; beberapa kali personel harus turun dan mendorong perahu karena debit air sungai menyusut di beberapa titik, membuat perahu kandas.
Selama 4,5 jam, tim berjuang keras melewati tantangan arus deras sungai. Puncaknya adalah saat perahu mendekati jeram ‘Mandagh’ (istilah warga setempat)—salah satu titik paling ekstrem di jalur sungai Batang Bio, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Melihat riam sungai yang bergolak di kejauhan, koordinator tim segera memberi komando agar seluruh personel bersiap menghadapi kondisi tak terduga. Dan benar saja, tepat di tengah pusaran arus deras ‘Mandagh’, posisi perahu mendadak berputar menjadi melintang. Koordinator tim dengan sigap menggunakan tiang kayu, berusaha keras menahan perahu agar tidak terbalik. Namun, hantaman arus yang begitu kuat justru mendorongnya hingga terjatuh salto ke sungai.
Alhamdulillah, ia berhasil jatuh dengan posisi badan sempurna berdiri kembali di dalam sungai. Tangan kirinya langsung disambut oleh personel lain agar tidak terseret derasnya arus.
Penyaluran Amanah di Dua Titik Desa Pedalaman
Menjelang Zuhur, Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman (EDP) SIGAP akhirnya tiba di Dusun Tiga Deras Godang, Desa Dua Sepakat.

Setelah menunaikan salat dan makan siang, rangkaian acara langsung dimulai. Seluruh rangkaian agenda dakwah dan penyaluran amanah dari para muhsinin (donatur) berjalan lancar di dua titik kunjungan:
- Masjid Al-Mukminin (Dusun Tiga Deras Godang, Desa Dua Sepakat).
Kegiatan meliputi dauroh Islam, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta penyerahan bantuan paket sembako dan penyaluran zakat 100%. - Masjid Nurul Iman (Dusun Dua Teluk Pendaingan, Desa Ludai).
Tim bergerak ke lokasi ini menjelang Magrib. Agenda yang dilaksanakan malam itu hingga esok harinya meliputi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tausiyah bakda Subuh, dauroh Islam, serta penyerahan amanah bantuan pengeras suara (speaker) masjid, paket sembako, dan baju layak pakai.
Pengorbanan dan Keikhlasan di Jalan Dakwah
Perjalanan ekspedisi kali ini tidak hanya menguras kekuatan fisik, mental, dan pikiran, tetapi juga menuntut strategi matang serta keberanian tinggi dalam menembus tantangan geografis. Di balik lelahnya perjalanan, tersimpan hikmah mendalam tentang arti keikhlasan, daya juang, dan pengorbanan. Tanpa keikhlasan, tentu sulit untuk menuntaskan amanah berat ini.

Kehadiran tim membawa haru biru bagi warga setempat. “Saya terharu tim EDP SIGAP mau datang ke kampung kami, karena saat ini jalur sungai jauh lebih berat dari biasanya,” ujar Pak Munaf, salah satu tokoh masyarakat Desa Ludai.
Rasa syukur juga diungkapkan oleh Eki, Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman. “Mewakili jemaah masjid dan warga, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, terutama speaker masjid dan sembako. Kini, suara azan dan lantunan anak-anak mengaji bisa terdengar jelas oleh warga kampung kami,” tuturnya.
Menjelang sore, setelah berpamitan dan dilepas dengan rasa haru oleh warga kampung, tim bergerak pulang. Koordinator tim, Ihsan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh agenda sekalipun harus melewati bahaya.
“Semoga curahan waktu, tenaga, pikiran, dan dana yang telah diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang terus mengalir, serta menjadi pemberat amal saleh di yaumul akhir kelak,” harapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara konsisten demi menebar manfaat bagi masyarakat di wilayah pedalaman Riau.
Alhamdulillah, seluruh personel Tim Ekspedisi Dakwah Pedalaman kembali ke kota asal dalam keadaan selamat, sehat, dan tetap solid. (MI)
