
Foto: Ilustrasi Petani Karet dan Sawit.
CENTRO RIAU, TELUKKUANTAN– Ketua Barisan Muda Kuantan Singingi Bersatu (BMKSB) Kuansing, Rahmat Dani mencatat bahwa kesejahteraan petani masyarakat Kuansing mengalami penurunan semenjak pandemi Covid 19.
Penurunan kesejahteraan petani ini dapat dilihat dari pergerakan Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat, NTP total selalu mengalami penurunan hingga Juli 2020.
“Terdengar bahwa kondisi petani karet, saat ini berkisar 7000/kilogram, di masa kepemimpinan Presiden SBY mencapai Rp. 20.000/Kilogram, begitu juga dengan harga sawit yang saat ini tidak stabil” ujar Ketua BMKSB Kuansing , Ahad 26 Juli 2020 via telepon genggamnya kepada Centro Riau.
Rahmat Dani mengatakan” Para pebisnis atau pelaku dunia usaha memang harus beradaptasi dengan kondisi pertanian yang terjadi saat ini, selagi di saat yang sama penanganan di bidang kesehatan juga terus dilakukan” ucapnya kepada Centro Riau.
Dani juga menyampaikan Sektor pangan akan terus dibutuhkan selama masyarakat Kuansing butuh makan. Maka pemerintah harus menjamin tidak terjadi krisis pangan dan kemiskinan di desa, karena berpotensi munculnya akses negatif.
“Bahkan menumbuh suburkan paham ekstrim, maka sektor pertanian, berusaha menjadi bagian dari upaya mendorong kesejahteraan di Perdesaan.” Tutup Dani.
