Penulis : Muhammad Isnaini
Centro Riau, Meranti-Pagi itu 9 Desember 2020, Lalulintas di Kota Selatpanjang terlihat berbeda, sejumlah ruas jalan tidak seramai biasa. Maklum hari itu waktunya warga untuk berpesta. Pesta Demokrasi tepatnya. Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu dari 9 Kabupaten/Kota yang melaksanakan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Se-Provinsi Riau.
Cuaca sangat bersahabat, meski dimusim hujan, namun sejak pagi Mentari terus menyinarkan semangat. Sejumlah warga Desa Insit, terlihat mulai berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Insit, yang memikiki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 278 Pemilih. Meski saat Pandemi, Pilkada akhirnya di sepakati dengan sejumlah prasyarat yang harus di taati. Masker menjadi keharusan, jika ingin mendatangi TPS.Membawa pulpen pribadi, sembari mencuci tangan dengan sabun, serta pemindaian suhu tubuh, menggunakan thermo gun, menjadi kewajiban. Setiba di pintu masuk, Pemilih juga di berikan sarung tangan, demi keamanan serta menjaga jarak dalam antrian.

Salah seorang petugas TPS pun sudah siaga dengan baju Hazmat, khawatir akan ada gejala, jika suhu tubuh pemilih diatas batas toleransi, tentu akan diarahkan ke ruang pencoblosan tersendiri. Itulah perbedaan mencoblos di masa Pandemi. Pandemi covid 19 membuat semua tata cara pencoblosan menjadi tidak biasa. Ya sudahlah, mudah-mudahan kondisi ini segera berlalu.
Tak semua berubah saat pilkada, ada selalu sama, saat pesta demokrasi itu tiba, yakni keinginan masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya ke TPS.
“Siapa pun yang jadi, nasib kite tetap gitu”, ucap sejumlah warga.
Begitu argumen yang kerap dilontarkan warga saat musim Pemilihan Umum (Pemilu) tiba. Bukan hal yang aneh jika antusias warga untuk memilih rendah. Terkadang warga lebih memilih untuk Golput alias tidak memilih, mungkin karena sering termakan janji palsu. Maklum belum terlalu lama, pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) serentak di gelar.
Meski tersirat kekecewaan, namun bagi penyelenggara ini merupakan tantangan.
Tantangan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam memastikan tingkat partisipasi pemilih, bisa dipertahankan, bahkan meningkat.
Tapi tak semua warga berfikiran serupa. Mbah Soimah misalnya, tetap menyalurkan Hak pilihnya walau harus mencoblos dari rumahnya. Meski tak memiliki hubungan kekerabatan dengan artis Ibukota Soimah, namun soal popularitas Mbah yang satu ini sangat di kenal warga, terutama di tempatnya bermukim, Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau. Hal yang perlu diapresiasi bukan popularitasnya, tapi semangatnya untuk mensukseskan Pilkada Kepulauan Meranti. Meski telah menginjak usia 80 tahun, ia masih rutin menyalurkan hak pilihnya saat Pemilu tiba.
Siang itu, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari TPS 01 Desa Insit, menyambangi rumah Mbah Soimah,dengan membawa surat suara dan media untuk mencoblos, bersama tiga orang lainnya, yakni petugas pengawas serta saksi. Eka Wahyuningsih, begitu namanya tertulis, ia menjadi salah satu petugas dari TPS 01 Insit, yang bertandang ke rumah Mbah Soimahsiang itu. Wanita berhijab itu langsung menyodorkan surat suara dan perangkat untuk mencoblos ke Mbah Soimah. Meski telah genapberusia 8 Dasawarsa, namun Ia masih mampu melihat gambar Pasangan Calon (Paslon) secara jelas, tanpa bantuan kacamata. Sejenak ia terdiam dan berfikir sebelum mencoblos.
“Mau coblos yang mana ya?” Kata Mbah Soimah.
Meski awalnya ragu, namun ia tetap menentukan pilihannya, agar petugas tidak menunggu terlalu lama. Entah apa yang ada dibenaknya saat itu dalam menentukan pilihan. Apakah melihat paras Paslon, baju yang dikenakan atau memilih nomer yang cantik. Meski rasa bingung sempat terlihat, akhirnya ia tetap menentukan pilihan, lalu menyerahkan surat suara ke petugas.
Semangat Mbah Soimah untuk menyalurkan pilihan tak bisa di ragukan. Hanya saja, ia ternyata tidak terlalu mengenal, empat Paslon yang maju di Pilkada Meranti tahun ini. Maklum sejak kecelakaan yang dialaminya 17 tahun silam, ia mengalami keterbatasan untuk berjalan. Hal itu membuat dirinya hanya berdiam diri di rumah, sambil mengolah buah Pinang, hasil kebun miliknya untuk dijual. Hal itu yang mungkin membuat Mbah, tidak maksimal mendapatkan informasi terkait Pilkada.
Ketika ditanya terkait caranya menentukan pilihan, ia menjawab singkat.
“Ikut kata hati” tandas Mbah Soimah.
Tingkat Partisipasi Pemilih
Banyak tugas yang harus di lakukan penyelenggara, salah satunya KPU Kepulauan Meranti. Lewat sinergi bersama Pemerintah Daerah, Bawaslu, pihak Kepolisian dan TNI, proses pelaksanaan Pilkada yang Aman, lancar dan kondusif menjadi target sedari awal. Tak hanya itu, di tengah Pandemi Covid 19, penerapan protokol kesehatan, juga menjadi kewajiban yang harus diperhatikan, untuk mengantisipasi munculnya cluster baru.
“Secara keseluruhan, dari peninjauan ke sejumlah TPS, saya melihat penerapan Protokol Kesehatan, sudah berjalan dengan baik,” ujar Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, M.Si.
Menurut orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu, beberapa TPS yang telah Ia singgahi, baik petugas maupun warga, telah menjalankan protokol kesehatan secara baik. Ia berharap hal positif itu, mampu terus di pertahankan, guna menekan penyebaran Covid 19.
“Saya menghimbau warga, agar selalu menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, selama berada di TPS”. Harap Irwan.
Sementara itu, dilain pihak, KPU kepulauan Meranti juga berupaya agar tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 mengalami peningkatan, meski di tengah kondisi Pendemi Covid 19.
” Kita targetkan tingkat partisipasi pemilih berada di angka 75 hingga 77.5 persen sesuai target Nasional”, ujar Komisioner KPU Kepulauan Meranti, Hanafi.
Hanafi menilai, upaya maksimal sejauh ini telah dilakukan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih, mulai dengan melakukan sosialisasi hingga ke seluruh Kecamatan, serta menyebarkan poster, baleho serta spanduk ajakan untuk mencoblos, di Pilkada 2020.
“Di beberapa kesempatan, Kita juga menghimbau ke pengurus Masjid, agar ikut mengingatkan warga, untuk menyalurkan hak pilihnya di Pilkada kali ini,” ujarnya lagi.
Kerja keras penyelenggara ternyata membuahkan hasil, meski tidak di angka 75%, namun secara keseluruhan tingkat partisipasi masyarakat di Pilkada 2020 Kepulauan Meranti, berhasil naik mencapai angka 70,84%, yakni naik sekitar 5,44% dari Pilkada Tahun 2015 lalu yang berada diangka 65,40%. Dengan capaian tersebut KPU Kepulauan Meranti berhasil menempati posisi ke empat, peningkatan partisipasi pemilih terbanyak Se Provinsi Riau.
Keberhasilan tersebut tak terlepas dari kerja keras penyelenggara, serta kesadaran masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya. Sesuai dengan maskot Pilkada 2020, “Si Rame” yang merupakan singkatan dari Sile (silahkah) Rakyat Memilih. Hal itu sebagai upaya pihak KPU, untuk mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi mensukseskan pilkada 2020 Kepulauan Meranti.
Pilihan masyarakat akan menentukan kemajuan Kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut, walau pun hanya mengikuti kata hati, seperti yang di lakukan Mbah Soimah, yang tetap memberikan hak pilihnya, meski hanya mencoblos dari rumah. (Muhammad Isnaini)
