CENTRO RIAU PEKANBARU-Himpunan Mahasiswa Hukum Perdata (HIMADATA) Fakultas Hukum Universitas Islam Riau kembali melanjutkan kegiatan dalam rangka berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah bersama warga tidak mampu di Jalan Soekarno Hatta tepatnya dibawah depan Living Word Pekanbaru. Selasa, 27 April 2021.
Kegiatan yang dilakukan hari ini sedikit berbeda pada tempo hari.
Hal ini disampaikan Bupati HIMADATA, Farul Ridho menjelaskan, bahwa giat kali ini tidak dilakukan pada Panti Asuhan Ali An-Nafi’i Namun dilaksanakan di jalanan.
Program kerja yang diadakan HIMADATA hari ini merupakan kegiatan kedua setelah melaksanakan pembagian sembako dan beberapa bingkisan berupa makanan anak-anak serta sejumlah hasil donatur kepada Anak Panti Asuhan.
“Merupakan program kerja kedua yang kami laksanakan hari ini adalah penuh rasa kepedulian terhadap sesama. Kesempatan kali ini kami menyalurkan 100 nasi kotak dan masker serta beberapa takjil siap saji. Kami berharap pembagian kali ini dapat bermanfaat bagi warga tidak mampu serta menjadi barokah”. Harap Ridho.
Melihat Sejumlah warga yang antusiasnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, penuh kegembiraan lagi kesenangan tiada hingga dengan kegiatan yang dilaksanakan HIMADATA FH UIR.
“Kegembiraan dan kesenangan yang kami rasakan kali ini akan menjadi amalan bagi orang-orang yang suka berbagi pada warga tidak mampu, harapan kami kegiatan dapat terus dilaksanakan”. Ujar Lian Jornaini salah satu warga penerima nasi kotak.
Keterangan yang disampaikan salah satu warga seakan-akan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar, Reki Wahyudi selaku Bupati HIMATARA FH UIR Apresiasi program berbagi kebahagiaan atas inisiasi Hukum Perdata.
“Kami segenap Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara ’18 merasa bangga apa yang telah dilakukan HIMADATA terhadap warga tidak mampu meskipun sedikit paling tidak kita ringankan beban mereka. Pungkasnya.
Di samping itu juga, “berharap pembagian hari ini menjadi salah satu inisiatif HIMADATA agar bisa membantu mengurangi beban masyarakat selama masa -masa sulit akibat Covid-19”. Tutup Reki Wahyudi.
