Penulis: Devi Aryani, Muhammad vindo alhaqi, Renny Novitasari, Winda Oktaria
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Akt`20
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau
Dosen Pengampu Dea Mustika , S.Pd.,M.Pd
CENTRO RIAU Kuansing– Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid 19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, khususnya di Negara Indonesia. Dunia perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama, terutama pada dunia Pendidikan,semua mata pelajaran di sekolah dilakukan secara daring,termasuk pembelajaran Tematik, guna untuk memutus penyebaran Covid-19. Semuanya telah merasakan dampak dari virus covid 19 ini,Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid 19.
Pembelajaran tematik adalah salah satu jenis pembelajaran berbasis topik atau tema yang digunakan untuk menghubungkan beberapa konsep mata pelajaran, sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami suatu konsep karena mengajarkan beberapa mata pelajaran hanya berdasarkan satu topik atau tema. Pembelajaran tematik bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep secara bermakna pada siswa.
Pada pembelajaran tematik di masa pandemi Covid-19 merupakan suatu proses pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi atau mata pelajaran yang dilaksanakan secara daring (Dalam Jaringan) karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia. Untuk memutus kasus terbaru Covid-19 maka pemerintah mengharuskan warga dengan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker. Sehingga KEMENDIKBUD mengharuskan belajar mengajar dari rumah.
Pelaksanaan pembelajaran tematik selama masa pandemi Covid-19 menggunakan pembelajaran jarak jauh pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lainnya. menggunakan model daring (Dalam Jaringan). Daring adalah model pembelajaran yang menggunakan sistem jejaring komputer, internet dan lainnya untuk seluruh proses pembelajaran mulai dari penyampaian bahan belajar serta penugasan, interaksi pembelajaran, pengumpulan tugas dan evaluasi.
Fakto penghambat yang dirasakan guru tentunya kesulitan dalam pembelajaran secara online ini terkait pembagian alokasi waktu mengajar, mengembangkan materi pembelajaran dan evaluasi. juga kesulitan dalam penilaian atau evaluasi dikarenakan penilaian yg diberikan tidak bisa diberikan dan diawasi secara langsung pada saat siswa SD ketika sedang mengerjakan sehingga sulit diketahui hasil siswa kerjakan secara mandiri atau lebih banyak di buat orang tuanya, apalagi jika tidak ada ketegasan dari orang tuanya sama sekali.
Tidak hanya itu saja,
faktor penghambat pembelajaran tematik daring baik guru maupun siswa yang paling utama pasti kesulitan dalam mencari Sinyal, karena ada di beberapa daerah tempat tinggal tidak lancar atau bahkan ada yang tinggal di kampung yang jaringannya kurang memadai, membutuhkan kuota internet yang banyak dan harga kuota internet yang tinggi, kesulitan yang juga dirasakan siswa yaitu belum memiliki handpone, kemudian ada siswa maupun orang tuanya sendiri yang belum mengetahui tentang penggunaan teknologi, dan kurangnya interaksi antar guru dan siswa , ini membuat siswa lebih fokus bermain dan bermalas-malasan dari pada belajar. Sebagian siswa tentu belum ada rasa mandiri yang tertanam pada dirinya, mayoritas anak belajar di rumah tidak adanya kefokusan dalam mengikuti pembelajaran tematik.
Hal ini merupakan tantangan besar bagi siswa dan tak terkecuali bagi orang tua karena orang tualah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online tersebut , realita yang ada juga tidak sedikit orang tua yang belum mampu membeli handpone juga tidak paham mengenai penggunaan teknologi, mereka tentu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga sulit memberikan waktu untuk mendampingi atau mengajarkan anaknya di rumah, jelas hal ini akan menghambat keaktifan siswa atau anak dalam proses belajar daring ini.
Solusinya guru harus merancang pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenagkan supaya siwa tertarik untuk belajar, dan tentunya harus ada kerja sama antar guru dan orang tua siswa. Agar tujuan belajar dapat tercapai
