Foto : Pemuda di warung batas desa
Centro Riau, Kuansing– Sebuah warung kecil di perbatasan desa Simadolak dan Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kuansing, Riau. Warung ini pada setiap malam, banyak dikunjungi pemuda kedua desa tersebut, warung yang hanya berjarak lima meter dari anak sungai ini, sangat terbuka lebar untuk tongkrongan pemuda desa, bahkan terkadang sebuah gagasan besar muncul dari warung yang berukuran kecil ini.
Dimasa melawan virus corona ini, para pemuda sudah mulai kebingungan karena harga karet mulai anjlok, berdasarkan perputaran ekonomi di desa ini sangat ketergantungan pada petani karet, bahkan beberapa pemuda sudah mikir lebih jauh untuk pesan secangkir kopi, kepada pemilik warung, Nelis.
Seperti yang dikatakan Heppy Yones alias Yon Abat Sabtu,(11/4/2020) Melalui pesan WhatsApp kepada Centro Riau ” Kami sangat mengharapkan bantuan dari segala pihak, baik pemerintah maupun pengusaha ataupun dari Penggede di kampung ini, karena harga karet yang menurut sangat berpengaruh kepada penghidupan di desa ini” Ujar Yon Abat dengan nada berharap.
Diskusi ringan Yon Abad terus berlanjut bersama Janwaris, Asrul, Aprio, Iyas dan Deky.
Disamping nongrong, pemuda ini juga menjaga perbatasan desa, ( antar wilayah) agar wabah pemutusan rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 terputus.
Pemuda juga mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga jarak satu sama lain, hanya saja untuk difoto pemuda ini agak merapat.
Laporan : Hepy Yones
