
(Foto dok: pribadi)
CENTRO RIAU , PEKANBARU– Hasil survei kecil kecilan Centro Riau dalam beberapa momen dan sudah berulang kali, berarti itu bukan kebetulan. Centro Riau bulan lalu tulis dia adalah inisiator dalam Gerak Cepat Peduli Covid-19 RT 02, dalam hitungan jam bantuan sampai kerumah warga.
Akhir tahun 2017 dari sebanyak pengurus APEGTI Provinsi Riau dan juga ada beberapa pengurus kabupaten kota mendengarkan pemaparan tentang SYNERGY WorldWide oleh Ketua APEGTI Provinsi Aceh Zulkifli, hanya dialah yang mau menerima dan mempelajari, sisa lainnya hanya cemeeh dan ejekan yang keluar dari mulutnya. Yang akhirnya dia terima dengan mencari orang yang mengerti tentang produk. Akhir 2018 yang dulunya memandang sebelah mata SYNERGY WorldWide dan bahkan semua pengurus APEGTI yang mendengar presentasi dari Ketua APEGTI Aceh dulu semua bergabung menjalankan bisnisnya, berdirilah Kantor SYNERGY Pekanbaru di jalan Arifin Ahmad sampai hari ini dengan omset kantor perbulan mencapai enam ratus juta.
Minggu lalu yang bersangkutan pulang kampung ke Simandolak sekalian mengantarkan hasil kebun sawit Yayasan untuk diserahkan kepada Kepala MAS Babussalam, bermula dari Group WhatsApp Suku Caniago jurai pangulu yang telah mengadakan pertemuan bulanan suku di rumah godang yang lah mulai nampak berdiri kokoh di ujuang padang Koto Simandolak. Dari photo pertemuan itu terlihat oleh dia papan cat rumah godang kajuru itu lah mulai mati dan memudar takut dimakan rayap muncullah inisiatifnya untuk buat daftar sumbangan beli cat dan inisiatif kedua juga karna rumah godang itu belum diresmikan pemakaiannya, pada raya haji yang tak lama lagi, sebagian dari anak kemenakan untuk bantai qurban di lokasi rumah godang “kok 2 sarumah ikuik qurban 1 ke mesjid dekat rumah 1 lagi ka rumah godang”, dibuatlah dua daftar di Group WhatsApp Cuku Caniago Jurai Pangulu yang pertama Daftar Sumbangan Cat yang kedua Daftar Nama peserta Qurban Suku Caniago Jurai Pangulu yang langsung di respon oleh Zulqadri didaftar nomor 1, juga dalam hitungan jam penuhlah satu kelompok untuk satu ternak qurban dan kelompok kedua pun tinggal 3 orang lagi semoga bisa penuh 2 ekor qurban tahun ini di rumah godang suku caniago jurai pangulu sumbangan cat pun lah tarobik lo semoga diberkahi Allah azza wa jalla.
Terkahir sore jelang malam Senin, 15 Juni 2020 di Group WhatsApp Koto Barua Gurun disingkat dengan KBG, perdebatan itu sudah berapa hari ini sejak photo ruangan sekolah MAS Babussalam dishare Denis yang juga sebagai pengajar di sekolah itu, diphoto itu terlihat jelas banyak sampah kursi yang patah jendela dibobol sangat memprihatinkan. Dari penelusuran Centro Riau di Group WhatsApp KBG dari banyak perdebatan itu sedikitpun tak ada dia komen, tapi pas momennya disamping komen dia langsung action mencatatkan namanya didaftar nomor 1 urutan sumbangan dan berjalan sampai ke Group WhatsApp lainnya, alhamdulillah sepertinya menjadi titik awal akan mendapatkan jalan keluar dari semua permasalahan pendidikan terutama dibawah Yayasan Pendidikan Taman Bahagia kedepan.
Inisiator, Eksekutor dan ahli Momentum itu adalah seorang anak yatim piatu yang dari kecil dibesarkan datuk dan neneknya, dari SD sampai SMA tidur di Mesjid Jamik Koto Simandolak bersama Asmadi sering dipanggil Incik, dia juga pernah sebagai Notulis Datuk Arabi ketika Datuk Arabi memberikan materi untuk Pengajian Potang selasa di Mesjid Jamik. Kerja Notulis itu memindahkan tulisan arab gundul ke tulisan latin supaya mudah dibaca peserta pengajian. Dia adalah Afifi Ishadi,SE.MM, kesehariannya sebagai dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Taman Bahagia dan juga diamanahkan mengelola Kantor SYNERGYPekanbaru sebagai Chief Executive Officer/CEO SYNERGY Pekanbaru.
Universitas Riau, Yayasan, SYNERGY Pekanbaru dan Organisasi lainnya Tempat Untuk Mengabdi
Berbagai jabatan sosial yang diamanahkan kepadanya mendapat tempat dihati orang orang yang bekerjasama dengannya, “Kerja kerasnya cerdas dan tuntas”, sebagai Ketua RT, Pengurus Mesjid, dan pengurus organisasi lainnya baik tingkat kabupaten kota maupun tingkat Provinsi, dia pernah Ketua APEGTI Provinsi Riau tahun 2016 bahkan pernah membawa PS.IPKS Pekanbaru menjuarai turnamen HUT PESSI tahun 2001.
Diakhir, Sang Anak Yatim Afifi Ishadi, SE.MM menilai dalam menjalankan amanah banyak liku ragam masalah yang dihadapi, adanya pro kontra dalam berbuat itu adalah proses alami biasa, semua itulah yang membuat sabar kita diuji, emosional kita terkontrol akhirnya buat kita naik kelas. Yang paling penting menurut Ishadi adalah niat tulus kita untuk selalu peduli dan berbagi untuk sesama.
“Universitas Riau, Yayasan dan Organisasi itu tempat kita untuk mengabdi sesuai amanah yang diberikan,” kata Ishadi menutup pembicarannya. (KRT)
