
Oleh : Afifi Ishadi, SE.MM (Ketua Yayasan)
CENTRO RIAU, SIMANDOLAK– Sebelumnya terima kasih kepada Bapak, Ibu, dunsanak semuo godang takkan disebut golar ketek tak dipanggial namo atas perhatiannya terhadap pendidikan dan generasi penerus di Kenegerian Simandolak, terkhusus tentang Yayasan.
Mohon maaf sebelumnya apabila nanti ada kesalahan terhadap apa yang saya sampaikan baik itu salah sebut nama, nama orang nama tempat dan lain sebagainya, karna saya ketika manarima amanah ini dulu juga tak ada persiapan dan tak pernah ada memimpikan kan jadi seperti ini, waktu itu rasanya masih banyak yang lebih tua dari saya dan lebih pantas rasanya, tapi itulah skenario hidup diakhir tahun 2016.
Yang paling terkensan bagi saya ketika menerima amanah ini nasehat dari salah seorang Tokoh Simandolak dan juga pengurus yayasan sebelum saya, ”Kok kenek e kito godangan, kok bongak a kito codiak an basamo”, itulah yang selalu terngiang di talinga yang mambuat saya ikhlas dan kuat menerima amanah ini, jadi penambah samangat luar biasa, yang membuat tak bonti ngaragai, tak pernah berhenti belajar dan terus balajar sampai ….. kito kuasai.
Dari akte pendirian yang pernah saya baca Ketua Yayasan partama Bapak Abdullah Syarif, Ketua kedua Bapak H. Maridin Arbis, Pengurus setelah itu Bapak Prof. Aras Mulyadi dan Pak Dr. Fakhri Ras dari generasi inilah baru amanah itu ke saya, berarti lah generasi keempat.
Yayasan Pendidikan Taman Bahagia adalah Yayasan yang murni dari organisasi sosial bukan milik keluarga atau perorangan, besar harapan kita semoga dengan adanya wacana dan bahkan lah mulai mengumpulkan data, kita akan membuat buku sejarah tentang awal mulai berdirinya IPMS/IPKS Pekanbaru hal ini akan ketemu nanti karena pendiri adalah semua tokoh Kenegerian Simandolak.
Sama mengertilah kita kalau lah organisasi sosial ini kalau kita terlalu sok kita hanya akan dapat sialnya saja, pengurus kalau salah urus kurus kita dibuatnya, jadi panitia “ponek tia” kita hanya dapat ponek, kalau lah siap untuak ba ponek ponek jadilah bujang selamat dari semua sebutan nama tadi.
Kondisi YPTB itu belum ada sumber keuangan yang memadai untuk men-subsidi sekolah, tapi dikatakan tak ada sama sekali adapula hasil kebun sawit yang Kamis 11 Juni 2020 kemaren kita serahkan kepada Kepala MAS Babussalam Hermidawati, S.Ag.MM. Tiap bulan hasil kebun sawit yayasan itu kisaran Rp.500.000 sampai Rp. 700.000 sabulan itupun belum cukup untuk memenuhi kekurangan gaji guru, dana BOS sekolah hanya mampu untuk bayar gaji guru 4 bulan dari tiap terima dana BOS sakali 6 bulan, berarti tiap semester harus nombok 2 bulan gaji guru kalau satahun berarti kurang 4 bulan gaji yang belum bisa ditutupi, itulah yang harus jadi pemikiran kita bersama, semoga dengan bajalannya sumbangan rutin yang awalnya dijalankan di Group WhatsApp Koto Brua Gurun dengan singkatan KBG, bergulir ke Group WhatsApp BGS, USD dan yang lainnya, walaupun sengenyual surang tapi rutin insyaallah sangat membantu, besar harapan kita semoga ini rutin tiap bulan.
Ada lagi kebun sawit Yayasan yang baru batanam di tempat rencana akan di bangun gedung sekolah MAS dulu di tepi Sungai Guntuang belum pula berbuah tapi lah mulai godang semoga selamat nantinya.
Dibawah naungan Yayasan Pendidikan Taman Bahagia ada berapa sekolah diantaranya; MAS Babussalam Kepala Sekolah Hermidawati, S.Ag.MM, MTs Babussalam Kepala Sekolah Suryasman, S.Pd, MDA Babussalam dan terakhir Tahfiz Qur’an Ketua Fitrah Arianto, S.Hi.
Semoga dengan telah mulainya sumbangan rutin dari kita semua mulai bulan Juni ini, permasalahan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Taman Bahagia teratasi, yang telah di rintis dan dirikan oleh tokoh kita terdahulu, harapan kita ini menjadi amal jariah bagi tokoh pendiri yang telah mendahuli kita dan juga bagi kita yang telah meberikan sumbang saran baik materi maupun non materi, ide dan pemikiran yang positif demi maju dan jayanya kembali pendidikan di Kenegerian Simandolak. (KRT)
