
Mengembalikan nama yang hilang “Kampung Durian” (krt)
CENTRO RIAU-SIMANDOLAK-Kenegerian Simandolak terdiri dari lima desa, Tetapi kita tidak membahas lima desa tersebut, di antara lima desa tersebut ada nama desa Koto Simandolak.
Nah, dahulunya desa ini terbagi beberapa dusun, Koto, Barua dan Gurun. Namun pada masa sekarang th 2020 Dusun telah terbagi menjadi 6, Dusun Kubu, Dusun Kampung Baru, Dusun Koto, Dusun Kampung Durian, Dusun Banjar Barua, dan Dusun Simarondan. Tapi kita membahas satu Dusun saja, yakni Dusun Kampung Durian.
Mungkin kita semua bertanya, dimana sih Kampung Durian itu?, nah!, apabila anda pernah sampai ke Kenegerian Simandolak, anda lansung saja menuju lapangan bola PESSI, dimana dilapangan ini, yang kabarnya setiap tahun di adakan tournamen sepakbola Persatuan Sepakbola Koto Simandolak (PSKS), tetapi kita tinggalkan dulu cerita bola.
Kalau kita sudah berada dilapangan bola tersebut, maka kita sudah berada di Kampung Durian, yang di singkat KAMDU.
Nama Kampung Durian ini, tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang, tetapi nama ini akan di kembalikan oleh beberapa tokoh Kampung Durian di Perantauan, seperti Prof. Aras Mulyadi, Raja Mustakim, Aziswadi, Martian Yunus, Yurnalis, Sensus Wanto, Erpan Rajab, Ishadi , Ridarman, Karet Maret dan 78 Anggota WhatsApp Group Kampung Durian.
Pada bulan Juni (2020) list donasi sudah berjalan, karena mengembalikan sebuah nama yang hilang tentu tidak semudah mambaliakkan talapak tangan, list donasi dengan kata pengantar berbunyi seperti yang di tulis Erpan Rajab “Bapak Ibu yth, sesuai rencana, bahwa kita Urang Kampuang Duyan akan melaksanakan “Program mananam Durian” di setiap Parolak kito yg ado dikampuang, berdasarkan hasil perhitungan dari kampuang bahwa jumlah bibit yg dibutuhkan sebanyak 240 batang, jika kita asumsikan harga @ Rp.50.000,- maka kito butuhkan dananya sebesar 50.000 x 240 = 12.000.000,. Kemudian biaya untuak pelaksanaan pada hari H sebesar Rp.5.000.000,.maka Dana yg kita butuhkan sebesar Rp.17.000.000,-
Kami sangat mengharapkan bantuan, sumbangan, dari kita semua ” Begitulah kata pengantar oleh Erpan Rajab , dan anak Tuak Unut itu mencantumkan nomor rekeningnya di akhir list donasi itu.
