
CENTRO RIAU, Jakarta – Adian Napitupulu mengkritisi kinerja Menteri BUMN yang tetap keukeh dengan rangkap jabatan Komisaris di BUMN.
Hal ini disampaikan Adian dalam Bincang Santai melalui kanal youtube streaming melalui chanel ‘Ngobrol Yuk 2020’ yang diselenggarakan pada Kamis, 23 Juli 2020.
Menurut Adian “Kementerian BUMN masih memberikan posisi komisaris BUMN kepada pejabat-pejabat di kementerian dan instansi lainnya, padahal 564 orang sudah terdeteksi rangkap jabatan oleh Ombudsman yang berpotensi konflik kepentingan.
“Bahkan ada satu orang bisa merangkap jabatan komisaris sampai 3 – 4 jabatan Komisaris BUMN, kam ini aneh” ujar Adian.
“Disamping itu, Kementerian BUMN tidak pernah membuka lowongan pekerjaan sebagai komisaris BUMN, maka sudah bisa dipastikan rekrutmen posisi 6.000 an direksi dan komisaris melalui jalur khusus”.
Adian menambahkan “Saya diminta menyodorkan nama-nama aktifis 98 untuk membantu pak Jokowi, dan sudah saya serahkan ke Mensesneg pada bulan Oktober 2019, untuk posisi Komisaris dan Dubes, jadi bukan kita yang menyodorkan nama ke Menteri BUMN”.
“Lantas mengapa pendukung Jokowi yang juga profesional, mengenal, memahami dan mendukung Nawacita Presiden Jokowi tidak diperbolehkan masuk ke BUMN hanya dengan alasan bukan kalangan elit dan tidak profesional.”
BUMN merupakan perusahaan strategis nasional yang bukan hanya bergerak dibidang usaha murni seperti perusahaan swasta. Ada tanggung jawab besar juga bagi BUMN untuk membangun masyarakat, bukan hanya berbicara keuntungan.(rls Febri)
