
CENTRO RIAU, Teluk Kuantan – Seorang mahasiswa UR asal Kuantan Singingi Muhammad Ridwan melaporkan salah satu akun facebook inisial APC ke Polres Kuansing, Minggu (20/9/2020).
Saat melaporkan kasus tersebut, Muhammad Ridwan didampingi tim kuasa hukum dan rombongan mahasiswa lainnya.
“Komentarnya tidak mengenakan, saya tidak terima, sesuai himbauan Polri, bagi yang merasa jadi korban ujaran kebencian atau pencemaran nama baik, khususnya di sosial media, untuk tidak segan melapor, supaya menghindari konflik makanya saya laporkan,” ungkap Ridwan kepada media, Senin (21/9/2020).
Pelaporan yang tertuang dalam surat STPL/122/IX/2020/RIAU/SPKT/RES Kuansing itu, dilakukan Ridwan dan kawan-kawan yang merupakan mahasiswa hukum tersebut.
Akun facebook APC dituding melakukan pencemaran nama baik terhadap Muhammad Ridwan saat keduanya berdebat di sebuah kolom komentar Facebook beberapa waktu lalu.
“Saya bacakan pernyataan akun APC yang saya anggap kelewatan, dia sebut saya dengan nama kotoran “cirik”, harusnya dia tidak berbahasa seperti itu, apalagi setelah saya kroscek dia salah satu pendukung dan simpatisan salah satu calon Bupati Kuansing yang berkompetisi di Pilkada tahun ini,” terang Ridwan.
Menurut Ridwan, sebagai salah seorang simpatisan atau tim sukses komentar APC sangat tidak mengedukasi masyarakat bersosial media dengan baik, karena terkesan provokatif dan memicu keributan.
“Saya sangat menyayangkan pernyataan itu. Saya tidak terima, mestinya kita menjunjung tinggi etika dalam berbicara dan berkomunikasi, apalagi yang bersifat ruang publik, pelaporan ini mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi APC dalam berbicara dan berkomunikasi diruang medsos,” ujar dia.
Apalagi, tutur Ridwan, dalam situasi politik Pilkada sekarang orang Kuansing terutama para simpatisan dan pendukung calon Bupati harus menjunjung tinggi etika dan marwah berbahasa dan berbicara, karena Kuansing rawan konflik Pilkada.
“Saya berharap laporan ini segera diproses cepat, ini harus jadi contoh supaya jangan asal bicara dan berkomentar yang kelewat tendensi di medsos, karena jelas ini menyangkut nama baik dan tentunya menghindari konflik,” tutup Ridwan. (Rls)
