CENTRO RIAU PEKANBARU -Dani Suhlika merupakan salah satu tim carateker DPD KNPI Provinsi Riau, yang ditunjuk oleh DPP KNPI dibawah kepemimpinan Noerfajriansyah, ditahun 2020 lalu.
Selama tahun 2020 Musda tidak bisa dilaksanakan, dikarenakan, himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan agar mengurangi penularan covid 19.
Dani dan Sebahagian Tim karateker lainnya, dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid -19 melalui Satgas Covid yang diketuai oleh Khairuddin.
Ditahun 2021 dinamika pemuda Riau semakin tinggi, Musda KNPI tak dapat ditunda lagi.
“Menyikapi situasi tersebut, saya sebagai salah satu tim karateker sekaligus merupakan pengurus DPD KNPI kota Pekanbaru, melakukan komunikasi intensif dengan ketua DPD KNPI Kota Pekanbaru yang diketuai oleh ade Fitra. “ujar Dani Suhlika di Pekanbaru, Selasa, 30 Maret 2021.
Dani melanjutkan “saya mengusulkan supaya DPD KNPI kota Pekanbaru menjadi salah satu pelopor terselenggaranya Musda KNPI Provinsi Riau” ucap Dani dengan penuh semangat.
Dani melanjutkan pembicaraannya “Usulan tersebut disambut baik , sehingga dimunculkanlah salah satu kader KNPI Pekanbaru bernama Fuad Santoso, agar menjadi calon yang diusung lewat Musda KNPI “Satu Nafas”.”Kata Dani sambil menarik nafas panjang, dan menghembuskannya.
Hanya saja, lewat pertemuan lintas OKP, maka! disepakatilah satu keputusan, yakni! Musda akan dilaksanakan dan akan dibuka oleh Haris Pertama. Hal ini disebabkan Fuad Santoso akan menghadapi penantang dalam Musda, yang mana penantang tersebut bersikeras ingin Musda dilaksanakan dengan menghadirkan Haris Pertama sebagai ketua umum DPP.
Keputusan itu juga diambil demi menjaga persatuan pemuda Riau agar jangan terpecah.
Sejak keputusan tersebut diambil, ia Dani merasa perlu menghormati keputusan bersama itu dan tidak akan mencampuri sedikitpun proses Musda. Dani meminta kepada ketua DPD KNPI kota Pekanbaru agar namanya jangan diusulkan sebagai panitia, dikarenakan Dani menjaga komitmentnya dibarisan KNPI “Satu Nafas”.
“Musda yang dibuka oleh bung Haris Pertama, akhirnya dapat dilaksanakan dan terpilihlah Fuad santoso sebagai ketua pada Musda tersebut.” ucap Dani.
Atas beberapa alasan, pihak penantang Fuad tidak menerima hasil Musda, lalu mewacanakan Musda bersama versi tiga ketua umum DPP.
Hal ini menjadi perhatian Dani Suhlika, sebagai salah satu tim karateker yang ditunjuk oleh DPP KNPI, dibawah kepemimpinan Noerfajriansyah.
Dani terkejut, tiba-tiba panitia Musda sudah dibentuk, namanya sudah tidak ada lagi dalam daftar panitia, baik SC maupun OC. Kepanitiaan diisi oleh pihak-pihak yang awalnya tidak mengakui Noerfajriansyah sebagai ketua umum DPP, bagi Dani, ini preseden buruk. Dani meminta kepada Noerfajriansyah agar memerintahkan supaya kepanitiaan Musda harus diisi oleh orang-orang yang sejak awal berdiri bersama Noerfajriansyah.
“Saya merasa prihatin, ternyata bukan hanya saya saja yang disingkirkan, saya kecewa komposisi panitia didominasi oleh orang-orang yang dulunya mencibir Noerfajriansyah”. Tegas Dani.
Dani Suhlika meyakini, hal ini terjadi tanpa sepengetahuan Noerfajriansyah selaku ketua umum DPP KNPI.
Dani prihatin, banyak agenda KNPI yang sudah dilaksanakan di Riau berdasarkan keputusan sepihak. Misalnya, pelantikan DPD KNPI Kampar, kita semua dikejutkan bahwa ternyata ketua DPD KNPI Kabupaten Kampar terpilih , usianya sudah melewati batas umur yang ditentukan oleh AD/ART KNPI.
“Saya meminta pihak penyelenggara mengakui kelalaian mereka dalam memperivikasi calon dan meninjau ulang keputusan Musda. Berharap ada pertemuan internal untuk membicarakan apa langkah berikutnya yang akan dilakukan bersama-sama, namun! ada segelintir oknum
Yang diam-diam menyusun rencana pelantikan. Kami sangat kaget, tiba-tiba acara pelantikan Pengurus DPD KNPI kampar tetap dilaksanakan. Belum lagi keputusan lain, ada juga Musda ditingkatan Kabupaten, dilakukan tanpa dibahas dulu baik-baik di internal.
Karena terus menerus keputusan diambil lewat cara cara yang tidak sesuai mekanisme, saya mengharapkan ketua umum DPP KNPI tegas kepada beberapa orang tim karateker sekaligus merupakan pengurus DPP KNPI ‘satu nafas’.
“Mereka bersikap, seolah-olah menjadi orang yang hanya memuaskan hasrat berkuasa segelintir orang saja ditubuh KNPI ini. Saya mengajak supaya tetap memegang teguh prinsip berorganisasi, jangan mau hanyut mengikuti kemauan orang yang tidak masuk akal. ‘cuma ikan mati saja yang hanyut dalam arus air.’
” Kita boleh saja mengakomodir kepentingan-kepentingan,Tapi! bukan berarti dengan membiarkan prosesnya tak sesuai aturan, azas kolektifitas harus dijunjung tinggi, kita cukup mengerti bahwa iklim KNPI sedang pancaroba, tapi jangan pula semena-mena.
Sekali lagi, saya bermohon kepada seluruh pemuda yang sampai hari ini berdiri bersama KNPI satu nafas , agar menjaga Wibawa ketua umum kita Noerfajriansyah di mata Pemuda Riau, beliau adalah tokoh muda berpengaruh Nasional. Jangan Karena Sikap ugal-ugalan seperti itu malah akan merusak citra ketua umum kita. “Tutup Dani kepada awak media.
Editor tulisan :Karta Atmaja
