CENTRO RIAU Kampar-Harga bawang merah dari tangan pedagang di Kabupaten Kampar, Riau, terjun bebas secara membabi buta. Jika normalnya harga bawang merah Rp24.000, saat ini perkilo hanya laku Rp14.000 saja. Tentu kondisi ini membuat pedagang frustrasi. Pasalnya, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya pada awal musim penghujan, harga bawang biasanya mengalami kenaikan 20-30%.
Pedagang Bawang Merah, Fadli mengatakan, harga bawang merah turun drastis hingga 30% lebih. Ia pun tidak tahu faktor utama penyebab jatuhnya harga bumbu masak tersebut.
“Bawang merah dari pedagang hari ini berubah harga. Berubahnya sangat ugal-ugalan. Saya kurang tahu penyebabnya, tahu-tahu cuman laku Rp14.000 per kilogram,” ujarnya saat dihubungi centroriau.id, Rabu, 10 November di Pasar Danau kecamatan Tambang, Kampar. Riau.
Ia menyebutkan, turunnya harga bawang merah mulai terjadi pada pekan ini. Dari yang semula Rp 24.000 per kilogram, kini hanya laku Rp14.000, Tentu kondisi ini membuat pedagang terpuruk, jangankan mencari untung, modal untuk berjualan tidak kembali.
“Kita sebagai pedagang jelas merugi. Kemarin modal Rp30 juta, itu pun kita hutang bank. Saat membeli, bawang kita cuma laku Rp10 juta saja. Harga malah hancur,” keluh pedagang asal Sumbar.
Fadli menjelaskan, terjun bebasnya harga bawang merah pada tahun ini, merupakan harga paling rendah sepengalamannya bertahun-tahun menjadi pedagang.
“Tahun ini adalah titik terendah saya menjadi pedagang. Ya, ini harga paling rendah, masak bawang merah cuman Rp.14.000/kg,” jelasnya.
Pedagang berharap, pemerintah memberikan solusi untuk menyetabilkan harga. Minimal modal pedagang bisa balik. Dengan begitu, pedagang bawang merah tidak terlilit hutang. Apalagi harga kebutuhan sehari-hari mulai merangkak naik.
“Ini banyak pedagang yang gagal bayar perbankan. Harapannya pemerintah memperhatikan nasib kita, dengan menata harga bawang merah. Minimal kita balik modal. Saat ini kita untuk balik modal saja sudah tidak mungkin,” ungkapnya. (Krt)
Foto: Pasar Danau Bingkuang Kabupaten Kampar.Riau (Karta Atmaja)
