CENTRO RIAU Pekanbaru -Sejak beberapa tahun belakangan, sering kali kita melihat anak berkebutuhan khusus sulit mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak normal lainnya. Mereka didiskriminasi oleh lingkungan dan teman-temannya akibat kekurangan yang ada pada diri mereka.
Padahal dari segi berpikir, anak yang berkebutuhan khusus memiliki kecerdasan yang sama dengan anak normal lainnya. Karena itulah pemerintah menggagaskan program pendidikan inklusif dengan tujuan untuk menghilangkan diskriminasi bagi anak berkebutuhan khusus agar mereka mendapatkan pelayanan dan pengalaman pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya.
Pendidikan inklusi merupakan program pendidikan yang memberikan kesempatan untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang sama dengan anak normal dalam menggapai pendidikan dan cita-cita masa depannya.
Salah satu yang dikatakan sebagai anak didik inklusi adalah anak berkesulitan belajar. Adapun anak yang kesulitan belajar adalah anak yang mendapatkan kesulitan dalam memahami pembelajaran. Biasanya mereka mendapatkan kesulitan di beberapa mata pelajaran, mereka juga kesulitan untuk mengingat pembelajaran yang telah diberikan dimana dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar yang rendah.
Dan salah satu hal yang dapat guru lakukan untuk membantu anak yang kesulitan dalam belajar adalah menyediakan program remedial agar anak tersebut mendapatkan kesempatan untuk mengulang kembali pembelajaran yang dilakukan dan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman belajarnya.
Pada masa modern ini tidak bisa kita pungkiri bahwasannya teknologi sangat berkembang dengan pesat begitu juga dengan manusia yang menjadi sangat modern, perkembangan teknologi juga menjadi faktor terhadap pola belajar anak.
Di masa modern ini anak-anak
cenderung memanfaatkan kemudahan dalam mengakses informasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dibandingkan dengan membaca dan memahami dengan seksama materi pembelajaran yang telah diberikan ataupun disampaikan oleh gurunya. Karena itulah peran guru dalam menghadapi anak berkesulitan belajar sangat penting. Mereka merupakan orang terdekat disekolah, bagi mereka guru dapat mengetahui sikap, sifat serta hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh anak didiknya.
Adapun hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam menghadapi anak inklusi yang kesulitan dalam belajar, yaitu :
- Mendampingi saat anak Belajar,
- Menyediakan Tempat belajar yang baik dan senyaman mungkin,
- Bicara Dengan Aksen Nada Jelas,
- Selalu Bersikap Baik dan Positif Dalam Kondisi Apapun.
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Inklusi SD
Dengan Dosen Pengampu Dea Mustika, S.Pd., M.Pd
Anggota kelompok :
- Nola Sri Ayuni (206910478)
- Rahmawati Kamasyani (206910127)
- Sofia Ansari (206910306)
- Sri Nurhidayati (206910421)
- Tiara Ade Sukma (206910409)
