Centro Riau Pekanbaru – Masa depan seseorang tidak ada yang dapat mengetahuinya. perjalanan hidup yang ditempuh bagaikan roda pedati yang beruptar. terkadang berada diatas, kadang pula berada dibawah.
Kehidupan merupakan misteri yang harus dijalani oleh setiap insan. manusia tidak pernah tau nasibnya di masa depan. hanya sebatas menyusun rencana memprediksi terhadap apa yang akan dilakukannya saat ini bagi masa depannya, hanya tuhan yang maha esa yang menentukan nasib seseorang.
Didalam hidupnya, manusia akan menghadapi berbagai problematika, baik itu yang ringan, maupun yang berat, dan tak jarang hingga merasa berada pada titik nadir.
Seperti yang dialami Edtris, salah seorang pemuda kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Edtirs merupakan sosok pemuda pekerja keras, penuh semangat dan selalu bersikap optimis. berkat ketekunanya selama bertahun tahun, ia berhasil mengumpulkan pundi pundi reski sedikit demi sedikit hingga memiliki asset dan menghidupi keluarganya dengan berkecukupan, tempat tinggal yang layak, dan sebidang tanah yang ia peruntukan sebagai investasi di masa depan.
Namun, bak kata orang bijak, manusia yang berencana, tuhan yang menentukan. akibat salah perhitungan dalam menjalankan bisnisnya, asset yang telah dikumpulkan selama bertahun tahun habis seketika.
“pada saat itu saya merasa berada pada titik nadir, hasil jerih payah yang selama ini saya kumpulkan sedikit demi sedikit ludes seketika” kata Edtris mengenang masa sulit yang dialaminya.
Edtris mengatakan, pada saat itu dia sangat shock, merasa masalah yang menimpanya begitu berat hingga terasa sesak didada. “ mengapa ini bisa terjadi kepada saya” kata dia membatin.
Dengan dukungan dari keluarga tercinta, Cobaan demi cobaan ia lalui dengan berpasrah kepada yang Kuasa.
“untungnya ada Istri dan anak anak tercinta menjadi penyemangat.” Katanya.
Tak mau menyerah dengan keadaan, Edtris mulai menjadi pengendara ojek online sembari mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.
” Saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi petunjuk dan di tuntun agar kehidupan saya bersama keluarga selalu diberkahi. Katanya
Edtris ungkapkan, dalam usah memperbaiki diri dan berjuang agar menngapai kehidupan yang penuh berkah, ia dipertemukan dengan seseorang yang membuka fikirannya, agar berkhidmat kepada masyarakat.
“Dalam proses yang sangat luar biasa dengan niat yang tulus sehingga suatu ketika diberikan jalan oleh Allah SWT berjumpa dengan Beni Maulana” Ungkap Edtris.
Beni Maulana merupakan pimpinan Partai Bulan Bintang yang berasaskan Islam Kota Pekanbaru. Edtris mengungkapkan, Dari beberapa kali diskusi dengannya, Beni menyarankan agar ia berkidmat kepada masyarakat, khusunya masyarakat kecamatan Tampan.
“Dengan diskusi yang panjang lebar dan mendengar visi misi yang saya sampaikan, beliau memberi amanah kepada saya untuk menjadi pengurus Partai Bulan bintang ranting Kecamatan Tampan dan mendorong saya untuk mengikuti kontestasi pada pemilihan Legislatif kota Pekanbaru tahun 2024 mendatang” Ucapnya.
Meski pada awalnya edtris merasa berat atas amanah yang di berikan oleh ketua DPC PBB kota Pekanbaru itu, mengingat saat ini dia tengah berjuang memperbaiki ekonomi keluarga menjadi seorang driver ojek online.
Namun tampaknya profesi edtis yang menjadi driver ojek online tidak menjadi pertimbangan utama bagi Beni, kata Edtris.
“Justru ia menguatkan saya dengan keyakinannya, bahwa dengan latar belakang saya yang telah dia pelajari sebelumnya, beliau mengatakan saya pantas menjadi wakil PBB menyampaikan aspirasi masyarakat di legislatif” Tutur Edtris.
Atas semangat yang diberikan oleh Beni Maulana kepada dirinya, ia bertekad akan berkhidmat kepada masyarakat, perjuangkan hak hak masyarakat, salah satunya bagaimana masyarakat tempatan mendapatkan kesempatan pekerjaan.
“Dari pengalaman dan situasi kondisi didearah saya,saya sangat ingin bisa berbuat untuk tempat asal saya garuda sakti kec Tampan yg dulu nya.” bebernya lagi
Ditambahkan edtris, sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjadi caleg harus bermodal besar untuk kepentingan kampanye, bahkan ada yang menggunakan sistem money politik membeli suara. “Tentu ini menjadi tantangan kedepan yang harus di rubah, karena kita bukan orang biasa. Mungkin ini jawaban atas doa doa saya.” tutup Edtris yang juga alumni pesantren itu.(rls).
