CENTRO RIAU PADANG -Pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan PENAS ke-XVI di Padang Sumatera Barat berlangsung dari tanggal 10-15 Juni 2023. Peserta dari berbagai daerah se-Indonesia ikut berpartisipasi dalam Helat berskala nasional tersebut. Salah satu inovasi kontingen Provinsi Riau yang ditampilkan dalam Penas ke-XVI di Sumbar adalah Biosaka. Kontingen Provinsi Riau yang diwakili oleh Kabupaten Kampar ikut ambil bagian dalam kegatan pembuatan Biosaka.
Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologis, merfologis dan fitoaleksin. Yang memberikan signal positf bagi sel tanaman sehingga lebih kuat dan produktif.
Pada hari ke-dua (tanggal 11 Juli 2023) pelaksanaan Penas ke XVI, kontingen Kabupaten Kampar ikut berpartisipasi dalam unjuk kerja praktek pembuatan biosaka. Pembuatan biosaka tersebut langsung dipandu oleh Penggagas biosaka Indonesia M.Ansar dan Prof. Robert Manurung, M.Sc dari Institut Teknolgi Bandung. Selain itu juga disaksikan oleh Tim dari Kementerian Pertanian. Hasil biosaka yang dibuat oleh Kontingen Kabupaten Kampar masuk dalam 10 besar terbaik nasional.
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau melalui Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, mulsepnambela, MT sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan oleh Kontingen Kampar, merupakan biosaka 10 besar terbaik yang dihasilkan oleh peserta. Biosaka sangat mudah dibuat, siapa saja dapat membuat. Bahan baku untuk pembuatan biosaka sangat tersedia melimpah berupa rerumputan dan daun tumbuhan. Alangkah baiknya petani terus mengembangkan dan memanfaatkannya. Apalagi dari hasil aplikasi biosaka baik di Provinsi Riau dan daerah lainnya di Indonesia menunjukkan terjadinyanya peningkatan hasil produksi dan lebih hemat penggunaan pupuk kimia. Tentu hal ini sangat menguntungkan petani. Secara berkelanjutan Pemerintah akan terus mendorong upaya upaya alternatif yang dapat meningkatkan hasil produksi dan tidak menutup upaya lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani dari sisi perlindungan, ujarnya.
Laporan: Bustanul Khairi
