Universitas Riau , Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
CENTRO RIAU Pekanbaru -Keberhasilan peserta didik dalam belajar pada suatu sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah minat belajar peserta didik, minat belajar merupakan unsur utama dalam keberhasilan belajar peserta didik. Dengan adanya minat belajar maka proses belajar mengajar berjalan lancar. Minat timbul apabila individu tertarik pada sesuatu, karena sesuai dengan ada kebutuhannya atau merasakan bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan berarti bagi dirinya dan peserta didik berniat untuk mempelajarinya.
Slameto, (2013:180) mendefinisikan “minat adalah suatu rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh dan cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap hal atau aktivitas tersebut”. Selanjutnya menurut Schiefele and Krapp dalam Hidi (2001) “individual interest tended to focus on individual differences”. Artinya minat individu cenderung berfokus pada perbedaan individu. Sedangkan belajar menurut Syah (2013:63) “adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan”. Piaget dalam Hammond, Austin Dkk (2001) berpendapat “was the first to state that learning is a developmental cognitive process, that students create knowledge rather than receive knowledge from the teacher”. Artinya belajar adalah perkembangan proses kognitif, bahwa siswa menciptakan pengetahuan daripada menerima pengetahuan dari guru.
Jadi dapat diartikan bahwa minat belajar adalah perasaan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu pelajaran yang didapatkan dari pemgalaman dan juga latihan, menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti: gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman dibidang pelajaran.
Menurut Indra (2017:33) minat belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalam kelancaran proses belajar mengajar. Peserta didik yang mempunyai minat belajar tinggi dalam proses pembelajaran dapat menunjang hasil belajar semakin baik, begitupun sebaliknya minat belajar peserta didik yang rendah maka kualitas pembelajaran akan menurun dan akan berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Jika minat belajar peserta didik kurang baik, maka peserta didik akan merasa malas belajar sehingga akan berdampak pada prestasi peserta didik yang menjadi kurang optimal. Minat belajar adalah aspek penting dalam proses pendidikan. Tanpa minat yang kuat, siswa mungkin merasa malas dan tidak termotivasi untuk belajar. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa, salah satunya adalah jenis media pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan.
Salah satu masalah utama dalam pendidikan adalah kurangnya minat belajar siswa. Ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk metode pengajaran yang tidak menarik, materi yang disampaikan secara monoton, atau kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Ketika siswa kehilangan minat mereka, mereka cenderung merasa bosan, tidak termotivasi, dan hasil belajar mereka pun bisa menurun.
Kemampuan Guru dalam Membuat Media Pembelajaran Peran guru dalam menarik minat belajar siswa sangatlah penting. Guru yang memiliki kemampuan untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik, relevan, dan interaktif dapat membantu siswa terlibat lebih dalam dalam pembelajaran. Namun, tidak semua guru memiliki keterampilan ini. Terkadang, kurangnya pelatihan atau sumber daya dapat menjadi hambatan bagi guru dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang memikat bagi siswa. Ketidakmaksimalan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Pertama, perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan media pembelajaran juga mengikuti perkembangan, sebagai contohnya adalah diera tahun 90-an perangkat seperti projector, video animasi atau produk teknologi lainnya belum lumrah untuk digunakan, namun sekarang berbagai produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran semakin banyak. Efek positif dari ini semua adalah media pembelajaran semakin inovatif dan disukai oleh peserta didik, namun guru harus mengeluarkan tenaga lebih untuk belajar dan terus belajar terhadap perkembangan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Kedua, ada ketakutan dari guru itu sendiri untuk menggunakan media pembelajaran khususnya yang berbasis teknologi, seperti takut terkena aliran listrik saat menggunakan media pembelajaran yang menggunakan elektronik atau takut sistem menjadi error ketika menggunakan media pembelajaran yang menggunakan perangkat lunak (software). Ketiga, adanya minat yang kurang dari guru untuk menggunakan media pembelajaran, hal ini terjadi karena tidak menguasai cara bagaimana menggunakan media pembelajaran diakibatkan karena minimnya informasi tentang media pembelajaran tersebut, selain itu banyak juga guru yang mengerjakan pekerjaan seperti membuat RPP atau bahkan terbelenggu oleh tanggung jawab administratif lain selain mengajar khususnya untuk sekolah yang kekurangan tenaga administrasi.
Oleh karena itu, diperlukan solusi agar beberapa permasalahan tadi bisa direduksi atau dihilangkan sama sekali. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala kepada guru tentang bagaimana menggunakan media pembelajaran, terapi menghilangkan rasa takut menggunakan media pembelajaran yang berbasis elektronik. Selain itu produsen pembuat media pembelajaran seperti alat peraga ataupun yang lainnya dapat dilengkapi dengan panduan penggunaan (manual book) yang mudah dipahami oleh guru. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran dengan menerapkan sistem reward and punishment. Guru yang mampu menggunakan media pembelajaran dengan maksimal akan mendapatkan penghargaan dan sebaliknya bila tidak akan mendapatkan peringatan. Dengan demikian, pembelajaran akan semakin efektif karena guru semakin bersemangat untuk menggunakan media pembelajaran dan peserta didikpun akan semakin senang untuk belajar.
Pembelajara dan Media Pembelajaran Monoton atau Membosankan
Salah satu alasan utama siswa kehilangan minat belajar adalah pemebalajaran dan penggunaan media pembelajaran yang monoton atau membosankan. Proses pembelajaran berlangsung monoton, membosankan manakala selama berjam-jam guru menjelaskan materi tanpa diselingi dengan pertanyaan, baik sekedar pertanyaan pancingan, atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir.Buku teks yang kering dan presentasi yang statis dapat menghambat minat belajar siswa. Siswa saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dikelilingi oleh teknologi yang canggih dan dinamis. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih merespons media pembelajaran yang menawarkan interaktivitas, visualisasi, dan pengalaman belajar yang lebih mendalam.
Untuk mengatasi masalah kurangnya minat belajar siswa, Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Berikut adalah beberapa contoh media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan minat belajar siswa:
1. Aplikasi Mobile Pembelajaran: Guru dapat menggunakan aplikasi mobile yang menyajikan materi pelajaran dalam bentuk interaktif, seperti kuis, video pembelajaran, dan simulasi. Aplikasi ini dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menarik.
2. Permainan Edukatif: Permainan yang dirancang khusus untuk pendidikan dapat membantu siswa belajar sambil bermain. Ini mengubah pengalaman belajar menjadi pengalaman yang lebih interaktif dan menghibur.
3. Video Interaktif: Guru dapat menciptakan video pembelajaran interaktif di mana siswa dapat berinteraksi dengan konten video, menjawab pertanyaan, atau mengambil keputusan yang memengaruhi alur cerita. Hal ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis.
4. Simulasi Virtual: Penggunaan simulasi virtual dapat membantu siswa memahami konsep yang sulit dengan cara yang lebih visual. Misalnya, simulasi fisika untuk memahami hukum gerak atau simulasi kimia untuk eksperimen reaksi kimia.
Minat belajar siswa adalah faktor kunci dalam kesuksesan pendidikan. Kurangnya minat belajar bisa menjadi masalah serius yang perlu diatasi. Dengan menggunakan media pembelajaran interaktif, kita dapat memotivasi siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran mereka. Dengan demikian, guru harus berupaya untuk mengintegrasikan teknologi dan media pembelajaran interaktif dalam pengajaran mereka untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi.***
