CENTRO RIAU PEKANBARU –Di suatu hutan, hiduplah sekelompok burung hantu, belalang, rusa, kura-kura, dan beberapa hewan lainnya yang hidup dengan aman dan damai. Kura-kura merupakan hewan yang sangat ramah dan suka menyapa ke setiap binatang yang ia temui. Ia memang sangat dikenal sebagai binatang yang supel karena mudah bergaul dengan binatang-binantang lain, bahkan ia juga berteman erat dengan seekor beruang besar yang ada di hutan itu.
Namun pada suatu ketika, ia bertemu dengan seekor burung hantu yang sedang hinggap di dahan pohon, kemudian ia pun mendekat ke dahan pohon tersebut. Namun, belum sempat ia menyapa, sang burung malah menolehkan muka dengan tidak ramahnya lalu pergi begitu saja, terbang entah kemana.

“Mengapa dia terlihat mengacuhkanku? Padahal aku ingin mencoba berbicara dengannya” kata kura-kura sambil keheranan.
Keesokan harinya, sang kura-kura bertemu dengan sahabatnya yang memiliki tubuh besar dan bulu lebatnya yaitu beruang.
“Wahai beruang, darimana saja engkau? Aku tidak ada melihatmu sudah 2 minggu ini, apakah kau punya kesibukan baru?”
“Ahh tidak, aku hanya pergi ke kebun milik pak tani karena ingin melihat-lihat buah yang ada disana. Aku sudah bosan dengan buah-buah yang ada di hutan kita kura-kura, mungkin aku hanya jenuh dan ingin mencoba buah yang lain sehingga aku tertarik untuk ke kebun petani di sebelah selatan sana” Ujar beruang.
Kura-kura lantas terkejut dan menjawab “benarkah? Bukankah kau bisa saja ditangkap oleh pak tani? Itu sangat berbahaya wahai sahabatku”
“Hahaha iya kura-kura, aku hampir saja tertangkap kemarin. Untung saja ada sekelompok burung yang menolongku sehingga aku bisa melarikan diri”
“Kau sangat berani sekali menginjakkan kaki disana, tapi syukurlah kau bisa menyelamatkan diri. Kalau begitu ayo kita ke tepi sungai, disana ada banyak apel yang berwarna merah merona yang sepertinya sangat manis dan lezat”
Selanjutnya kura-kura dan beruang menuju ke sungai untuk memetik buah apel merah.
Mereka terlihat begitu sangat akrab seperti layaknya hubungan saudara. Beruang selalu siap membantu kura-kura jikalau ia sedang dalam kesulitan, begitu juga sebaliknya.
Kicauan burung terdengar begitu ramai dan merdu seperti mengiringi langkah kedua sahabat itu. Rimbunan pepohonan menciptakan suasana yang begitu nyaman dan sejuk serta banyak buah-buahan yang menjuntai menandakan siap untuk dipetik. Terlihat burung merpati sedang menikmati buah apel yang terlihat berukuran besar dan berwarna merah pekat. Kemudian merpatipun beralih ke dahan pohon yang berukuran lebih besar daripada pohon apel, ia melihat segerombolan burung hantu yang terlihat seperti kelelahan.
“Kalian tampak seperti sangat kelelahan begitu, apa terjadi sesuatu wahai burung hantu?” tanya seekor burung merpati kepada burung hantu.
“Tadi malam saat kami sedang mencari makanan, ada seekor beruang yang hampir saja ditangkap oleh beberapa pak tani yang sedang berjaga di kebunnya” jawab salah satu burung hantu.
“Seekor beruang? Wah dia sangat nekat sekali mencuri tanaman milik pak tani menjelang masa panen begini. Lalu apa yang kalian lakukan?”
“Kami hanya berusaha melindungi beruang dengan menghalangi pak tani dan terbang ke arah mukanya, sehingga ia tidak dapat melihat kemana arah beruang tersebut pergi. Namun kami sempat hampir tertembak karena ternyata ada pemburu juga yang ikut bersama pak tani. Setelah itu kami semua kembali ke hutan dan akhirnya kami semua selamat” jelas burung hantu yang lain.
“Wahh sangat menegangkan sekali sepertinya. Kalian baik sekali hampir mempertaruhkan nyawa demi binatang lain, padahal kalian tidak berteman dengan mereka kan?” tanya burung merpati kembali.
“Ya begitulah… kami selalu dinilai sombong oleh binatang-binatang hutan karena kami jarang terlihat saat siang harri dan tentunya karena memiliki wajah yang menyeramkan ini hahahahaha”
“Hahahahahahaha” kemudian semua burung tertawa.
Begitulah burung hantu. Selalu dinilai sombong dan tidak mau berteman dengan binatang lain. Walau begitu mereka sebenarnya adalah hewan yang penolong dan baik hati, namun karena mereka memiliki wajah yang angkuh dan terkesan sombong membuat hewan lain tidak mau berteman dengannya dan memilih untuk tidak bertegur sapa dengan burung hantu. Hanya beberapa hewan di hutan yang mau berteman dengan sekelompok burung hantu, sebagian besarnya ialah terdiri atas jenis hewan bersayap juga.
Mendengar suara tawa yang begitu ramai, beruang dan kura-kura pun menoleh ke arah sumber suara yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berada.
“Kau dengar itu beruang? Mereka sepertinya sedang membahas sesuatu yang lucu hingga tertawa kencang seperti itu” ujar kura-kura.
Sang beruang kemudian ikut menolehkan kepalanya ke arah tatapan kura-kura.
“Itu seperti sekelompok burung hantu yang menolongku tadi malam, ayo kita hampiri mereka!” seru beruang. Mereka pun berjalan ke arah pohon yang letaknya hanya berjarak 4 meter itu.
“Wahai burung-burung, bolehkah aku ikut bergabung?” ucap beruang.
Sekelompok burung hantu dan burung merpati tadi pun menoleh ke bawah dan mendapati beruang dan kura-kurang yang tengah melihatnya dengan 2 buah apel yang ada di genggaman mereka.
“Wahh beruang! Tentu saja boleh” jawab salah satu burung hantu.
“Apakah kalian sedang mencari makanan disini? Dan bukankah kalian sekelompok burung hantu yang tadi malam menolongku dari kejaran pak tani?” tanya beruang beruntun.
“Iya, kami sedang mencari makanan di sekitar hutan ini. Benar juga, kami yang menolongmu dari kejaran pak tani tadi malam. Bagaimana keadaanmu beruang? Apakah kau terluka?” tanya burung hantu.
“Aku baik-baik saja sekarang, aku juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian burung hantu. Maaf aku telah merepotkan kalian tadi malam, aku sungguh sangat ceroboh telah nekat mencari buah-buahan di kebun pak tani. Syukurlah kalian datang dan membantuku. Aku sungguh sangat sangat berterima kasih kepada kalian wahai burung hantu” ucap beruang dengan nada penyesalan.
“Sudah, tidak apa-apa beruang. Kita ada disini juga sudah seharusnya tolong menolong kepada binatang yang lain bukan?”
“Ya benar, tidak mungkin membiarkan hewan lain menghadapi masalah sendirian, kita sudah seperti layaknya keluarga karena berada di hutan yang sama selama bertahun-tahun” sahut burung merpati.
“Ya, betul sekali” jawab salah satu dari sekelompok burung hantu.
“Wahh, aku tidak menyangka kalian sebaik ini. Penilaianku selama ini begitu salah. Aku mengira kalian adalah hewan yang angkuh dan tidak mau membantu sesama hewan yang ada di hutan ini. Kalian selalu tidak terliat saat siang hari dan beberapa hari yang lalu aku menjumpai salah satu dari kalian namun saat aku ingin menyapanya ia malah kabur dan terbang entah kemana seperti tidak ingin berteman denganku” ujar kura-kura.
“Kami memang selalu dikira begitu, kura-kura. Saat siang hari kami banyak menghabiskan waktu untuk tertidur sedangkan malam hari saatnya kami mencari mangsa. Itu sebabnya kami jarang terlihat. Wajah kami memang terlihat menyeramkan namun percayalah, kami tidak sejahat itu kura-kura. Maafkan kami jika kemarin seperti mengacuhkanmu, kami tidak bermaksud anti sosial atau apapun itu. Kami sangat ingin berteman dengan binatang-binatang lain yang ada di hutan ini” jawab burung hantu.
“Oohh jadi seperti itu, maafkan aku juga ya burung hantu, telah berburuk sangka kepada kalian semua” balas kura-kura.
“Sudah sudah, bagaimana kalau kita berpesta nanti malam? Kita bisa mengajak semua hewan yang ada di hutan ini juga! Bagaimana?” tanya burung merpati kepada burung hantu, kura-kura, dan beruang.
“Aku setuju” jawab beruang.
“Setuju” timpal kura-kura dan burung hantu berbarengan.***
Ditulis oleh: Ines Juliyanti (Mahasiswa UNRI)
